Refleksi Perkuliahan Etnomatematika: Bagaimana Cara Prof. Dr. Marsigit, M.A. Memfasilitasi Mahasiswa dalam Belajar Etnomatematika?

Direfleksikan oleh: Ibnu Rafi Prodi Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Dosen Pengampu: Prof. Dr. Marsigit, M. A.

Pada semester 8, saya mengambil satu mata kuliah, yaitu mata kuliah Etnomatematika. Etnomatematika merupakan salah satu dari mata kuliah wajib di program studi Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Mata kuliah ini terdiri atas 2 satuan kredit semester (SKS) yang meliputi 1 SKS teori (tatap muka) dan 1 SKS praktek lapangan. Adapun dosen pengampu mata kuliah ini adalah Prof. Dr. Marsigit, M.A. Beliau adalah guru besar dalam bidang ilmu Filsafat Matematika, Pembelajaran Matematika, dan Pendidikan Matematika UNY.

Sebelum perkuliahan Etnomatematika dimulai, saya mencoba mencari silabus Etno-matematika untuk mengetahui gambaran umum dari perkuliahan Etnomatematika. Akhirnya saya menemukan silabus tersebut di jejaring sosial Academia.edu Prof. Marsigit. Berdasarkan deskripsi mata kuliah pada silabus yang ada, saya menjadi tahu bahwa secara garis besar pada mata kuliah Etnomatematika, mahasiswa akan belajar mengenai: (1) hakekat dan manfaat etno-matematika; dan (2) pengembangan RPP dan LKS berbasis etnomatematika. Lalu, yang menjadi pertanyaan saya, apakah yang dimaksud dengan etnomatematika itu? Continue reading

Advertisements

Refleksi: Perkuliahan Semester 7

Lega. Itulah hal yang pertama kali aku rasakan pada hari Jumat, 19 Januari 2018 pukul 23.44. Bagaimana tidak, akhirnya aku bisa submit tugas akhir mata kuliah kapita selekta yang berupa paper hasil kajian. Fyi due date-nya pukul 23.55 WIB. Haha mepet banget coy. Ra urus sing penting ra telat olehe numpuk. Dan… akhirnya secara resmi hal- hal yang menyangkut perkuliahan di semester 7 ini dinyatakan berakhir. Alhamdulillah. Tinggal menunggu hasilnya. Semoga tidak mengecewakan. Continue reading

Refleksi: Perkuliahan Semester 6

Horay… perkuliahan di semester 6 telah berakhir, dan kini saatnya liburan. Ya, liburan semester kali ini bertepatan dengan puasa Ramadhan dan hari raya Idul Fitri (aka Lebaran J). Rencana kegiatan selama liburan apa? Berikut ini adalah rencana kegiatan yang akan aku lakukan selama libur lebaran dan harus terselesaikan dalam waktu 1 minggu.

  1. Membaca dan mereviu jurnal
  2. Membaca buku tentang pendidikan, pembelajaran, dan metode penelitian pendidikan
  3. Membuat proposal skripsi yang sekaligus sebagai tugas perkuliahan metodologi penelitian pendidikan
  4. Membuat laporan/makalah tentang GUI Matlab
  5. Mencari ide proker kelompok dan proker individu untuk KKN yang akan dilaksanakan pada bulan Juli nanti

Terus olehku arep liburan tanpa tugas- tugas kapan? Berhenti untuk mengeluh dan menuntut, Nu, harus strong demi masa depanmu J.

Okay langsung saja ya. Sesuai dengan judul postingan, yaitu refleksi perkuliahan semester 6, kali ini aku ingin berintropeksi atau refleksi diri terhadap kegiatan perkuliahan selama di semester 6.

Semester 6 ini menurut aku merupakan semester yang cukup berat karena aku menempuh 11 mata kuliah (26 sks). Aku menempuh sks sebanyak itu dikarenakan masih ada 4 mata kuliah (strategi pembelajaran matematika, produksi dan pengembangan media pembelajaran matematika, geometri analitik ruang, dan sosioantropologi pendidikan) yang belum terambil saat semester 4 karena satu dan lain hal. Di awal semester belum merasa kelabakan, tapi lambat laun baru deh merasa kelabakan. Tugas- tugas perkuliahan datang satu demi satu dan “bergentayangan”. Ditambah lagi dengan manajemen waktuku yang ambrul adul. Wis komplit pokoke.

O iya, di semester 6 ini, aku mengambil mata kuliah pembelajaran mikro yang merupakan mata kuliah wajib tempuh bagi mahasiswa program studi pendidikan matematika. Untuk kelasku sendiri dibagi menjadi 3 kelompok pembelajaran mikro yang tiap kelompok terdiri dari 6-7 mahasiswa dengan 2 dosen pembimbing pembelajaran mikro. Sebelum melakukan pembelajaran mikro, setiap mahasiswa dituntut untuk membuat penggalan RPP* yang didesain untuk durasi pembelajaran 25 menit dan mengkonsultasikannya terlebih dahulu kepada dosen pembimbing. Setelah melaksanakan pembelajaran mikro, setiap mahasiswa dituntut untuk melakukan revisi terhadap penggalan RPP-nya tersebut sehingga dihasilkan penggalan RPP versi akhir. Adapun materi pembelajaran mikro yang dapat digunakan oleh setiap mahasiswa disesuikan dengan jenjang sekolah yang digunakan untuk Praktek Lapangan Terbimbing (PLT). Sebagai contoh, aku memperoleh jenjang SMA untuk PLT-ku nanti di semester 7. Berarti materi yang aku ambil untuk pembelajaran mikro adalah materi matematika jenjang SMA kelas X dan kelas XI berdasarkan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Kurikulum 2013 revisi 2016 mata pelajaran matematika wajib.

Ada beberapa hal yang dapat aku ambil sebagai pelajaran selama dan setelah mengikuti perkuliahan pembelajaran mikro, yaitu:

  1. Bahwa antara dosen satu dengan dosen yang lain itu bisa saja terjadi perbedaan pandangan mengenai format RPP. Dosen perkuliahan perencanaan pembelajaran matematika di semester 5 dulu menghendaki menggunakan format RPP 2 kolom (aktivitas guru dan aktivitas siswa), sedangkan dosen pembimbing pembelajaran mikro menghendaki format RPP 1 kolom. Ya, aku seharusnya harus menyadari hal ini dan harus langsung bisa menyesuikan dengan “irama” dosen pembelajaran mikro.
  2. Lagi- lagi aku membuat penggalan RPP itu 4-7 hari sebelum aku maju, which means itu tidaklah cukup bagi aku untuk membuat penggalan RPP lengkap dengan LKS, lembar penilaian pengetahuan, dan rubriknya dengan baik. Akhirnya, penggalan RPP yang terbuat hanya ala kadarnya dan kurang maksimal (jangan ditiru ya adhik- adhik J). Kalau dipikir- piker, kan jeda maju pembelajaran mikro setiap mahasiswa itu 4 minggu dan seharusnya aku bisa memulai untuk membuat penggalan RPP jauh sebelum aku maju. Ya itulah, mau dikasih waktu 1 tahun-pun paling mengerjakannya 1 minggu sebelum waktu pengumpulan tugas (penyakit yang nggak ilang- ilang).
  3. Pas membuat penggalan RPP sih yakin kalau materi yang diambil mampu dieksekusi dalam durasi 25 menit. E ternyata pas penggalan RPP tersebut dieksekusi, durasinya bisa sampai 30 menit atau lebih. Terkadang apa yang diperkirakan tidaklah selalu sesuai dengan kenyataan (inilah yang dinamakan sebagai masalah). Memang untuk hal ini, pengalaman atau “jam terbanglah” yang mampu menjawabnya.
  4. Nah, ada masalah teknis yang aku hadapi di semester 6 ini, yaitu entah kenapa tiba- tiba notebookku tidak bisa masuk ke Windows. Akhirnya kuputuskan untuk install Linux dan merasa “pusing” memakai Linux dan akhirnya balik lagi install ulang Windows 7. Celakanya, waktu proses instalasi aku salah mempartisi dan akibatnya file- file di Local Disk D ku hilang musnah tak berbekas. Dari sini, aku sadar kalau harus melakukan backup file- file penting di notebook di penyimpanan online, seperti Google Drive dan Drop box.

Lanjut refleksi diri setelah mengikuti perkuliahan metodologi penelitian pendidikan. Selama mengikuti perkuliahan metodologi penelitian ini, aku merasa memperoleh banyak pengetahuan tentang hakikat penelitian pendidikan, jenis- jenis penelitian (kualitatif, kuantitatif, dan campuran), macam-macam penelitian kualitatif dan kuantitatif, teknik pengambilan sample, teknik analisis data, cara membuat latar belakang yang baik, dan variable- variable yang sering digunakan dalam penelitian pendidikan matematika (misal: higher order thinking skills, kemampuan pemecahan masalah, self explanation, disposisi matematis). Adapun hasil akhir dari mengikuti perkuliahan ini adalah proposal skripsi dan instrumen penelitian yang harus dikumpulkan pada tanggal 3 Juli 2017. Adapun refleksi diri dari mengikuti perkuliahan ini adalah: (1) janganlah malas untuk membaca dan mereviu jurnal dan buku terkait dengan judul skripsi yang diambil; (2) lagi dan lagi, cobalah mengerjakan tugas- tugas soon after tugas tersebut diberikan (dengan kata lain: jangan menunda-nunda untuk mengerjakan tugas). Akibatnya ya seperti sekarang ini kan? Yang harusnya libur lebaran bisa dimanfaatkan untuk menenangkan sejenak pikiran, e malah nggarap proposal. Kan kowe dhewe to akhire sing nanggung akibate. Hahahah.

Aku rasa refleksi diri terhadap 2 mata kuliah, pembelajaran mikro dan metodologi penelitian pendidikan matematika, sudah cukup untuk merefleksikan diri terhadap mata kuliah yang lain di semester 6. Setidaknya ada 4 hal penting yang menjadi refleksi diriku di semester 6 kali ini, yaitu:

  1. Lagi dan lagi harus berapa kali ini jadi refleksi diri di setiap akhir semester: jangan menunda- nunda untuk mengerjakan dan menyelesaikan tugas

  2. Bahwa yang terpenting saat kuliah itu bukanlah kecerdasan otak (aka kepintaran), tetapi kerajinan, ketekunan, dan tidak mudah putus asa adalah hal terpenting (menurutku) agar berhasil dalam perkuliahan

  3. Bahwa tidak usah menuntut apa yang dhasilkan harus sempurna (aka perfeksionis)

  4. Bahwa kuliah itu pada dasarnya bukan mengejar nilai atau gelar, tetapi mengejar ilmu pengetahuan dan untuk menjadi manusia yang bertaqwa, mandiri, dan cendekia. Kalau yang dikejar nilai ya akibatnya ketika sudah ganti semester, materi perkuliahan di semester yang lalu terhemapas dari memori otak alias lupa alias belajarnya tidak bermakna. Hahah.

Tuh kan kalau nulis di blog bisa mencapai lebih dari 1000 kata hanya dalam waktu kurang lebih satu jam (karo disambi nggarap liyane). Tapi kalau nulis proposal skripsi hanya bisa nulis 1 paragraf dalam waktu satu jam L (Lah kan pancen angel nulis ilmiah ki, Nu. Mbok kiro gampang).

Eh cukup segini saja ya refleksi diriku terkait dengan perkuliahan di semester 6 ini. Harapannya, hasilnyapun maksimal dan sangat memuaskan. Aminn. Maaf lho ya kalau tulisan kali ini sangat panjang. Itung- itung bisa buat meningkatkan kemampuan literasi teman- teman. Hahahaha. Alesan.

O iya berhubung besok itu Lebaran (aka Ied Mubarok), sekalian aku ingin menucapkan selamat Ied Mubarok, Minalaidzin walfaidzin, mohon maaflahir dan batin teman- teman. Semoga amal ibadah kita selama satu bulan ini diterima oleh Allah SWT. Aminn.