Affect in Mathematics Education

There are two different uses for the word “affect” in behavioral sciences. Often it is used as an overarching umbrella concept that covers attitudes, beliefs, motivation, emotions, and all other noncognitive aspects of human mind. In this article, however, the word affect is used in a more narrow sense, referring to emotional states and traits….(Hannula, 2014, p.23).

Hannula (2014, p.23) berpendapat bahwa afeksi lebih cenderung mengarah pada ungkapan emosional dan sifat/ ciri- ciri emosional.

The emotional state refers to the emotion that arises in a certain situation, i.e., it is contextual and may change rapidly. On the other hand, more stable personal characteristics are called emotional traits, which refer to a person’s tendency to experience certain emotional states across a variety of situations (Hannula 2012).(Hannula, 2014, p.23).

Ungkapan emosional merujuk pada emosi yang timbul dalam suatu situasi tertentu yang bersifat kontekstual (ditentukan oleh konteks/ situasi/ keadaan) dan mungkin dapat berubah secara seketika. Di sisi lain, sifat/ ciri- ciri emosional merujuk pada karaktersitik seseorang yang bersifat lebih stabil dan menunjukkan kecenderungan individu tersebut untuk mengekspresikan ungkapan emosionalnya dalam berbagai situasi (Hannula, 2014, p.23).

Referensi
Hannula, M. S. (2014). Affect in Mathematics Education. In S. Lerman (ed.), Encyclopedia of Mathematics Education, DOI 10.1007/978-94-007-4978-8.

Advertisements

Critical Thinking

“Educational psychologists frame critical thinking (CT) as a set of generic thinking and reasoning skills, including a disposition for using them, as well as a commitment to using the outcomes of CT as a basis for decision-making and problem solving. In such descriptions, CT is established as a general standard for making judgments and decisions. Some descriptions of CT activities and skills include a sense for fairness and the assessment of practical consequences of decisions as characteristics of CT (e.g., Paul and Elder 2001).”(Jablonka, 2014, p.121).

Para ahli psikologi pendidikan mengemukakan bahwa berpikir kritis merupakan suatu himpunan dari keterampilan-keterampilan berpikir dan bernalar yang saling terkait satu sama lain, yang mencakup disposisi untuk menggunakan keterampilan tersebut, serta komitmen untuk memanfaatkan luaran dari berpikir ktitis untuk membuat keputusan dan memecahkan masalah (Jablonka, 2014, p.121).

Referensi
Jablonka, E. (2014). Critical Thinking in Mathematics Education. In S. Lerman (ed.), Encyclopedia of Mathematics Education, DOI 10.1007/978-94-007-4978-8.

Collaborative Learning in Mathematics Education

“Collaborative learning (CL) involves a team of students who learn through working together to share ideas, solve a problem, or accomplish a common goal”(Lahann & Lambdin, 2014, p.75)

Continue reading

Informasi Menarik dalam Prosiding International Congress on Mathematics Education (ICME) ke-13 (Part 2)

Postingan ini merupakan kelanjutan dari Informasi Menarik dalam Prosiding International Congress on Mathematics Education (ICME) ke-13 (Part 1)

Informasi Keempat

Ada tiga proses dalam literasi matematika, yaitu: 1) memformulasikan masalah atau kondisi nyata secara matematis sedemikian sehingga diperoleh permasalahan matematika; 2) menerapkan konsep, prosedur, dan penalaran matematika untuk mendapatkan hasil matematis; 3) mengintepretasikan, menerapkan, dan mengevaluasi hasil matematis tersebut agar diperoleh penyelesaian dari permasalahan atau kondisi nyata tersebut. Continue reading

Informasi Menarik dalam Prosiding International Congress on Mathematics Education (ICME) ke-13 (Part 1)

Berikut ini adalah beberapa informasi menarik yang saya temukan di dalam prosiding dari International Congress on Mathematics Education (ICME) ke-13.

Informasi Pertama

“Central to bear in mind is an inherent fact of teaching, namely, that teachers are always communicating, relating, and making sense across differences, including differences in age, gender identities, race and ethnicity, culture and religion, language, and experience. This important dimension of difference in identity and positionality means that a fundamental part of the work of teaching is being aware of and oriented to learning about and coordinating with others’ perspectives. Teaching is not just about what the teacher thinks; it is about anticipating what others think and care about, and attuning one’s talk, gestures, and facial expressions to how others might hear or read the teacher. It is about talking with one’s ear toward what someone else thinks, knows, or understands.” (p.17)

Berdasarkan penyataan di atas, dapat diperoleh informasi bahwa seorang guru sudah semestinya menyadari bahwa setiap siswa itu unik. Oleh karena itu, dalam mengajar, guru seharusnya tidak hanya terfokus pada apa yang diajarkan kepada siswa tetapi juga harus mampu memanajemen kelas dan memfasilitasi siswa untuk menyampaikan pendapat serta mampu mengoordinasi pendapat-pendapat siswa tersebut. Continue reading

Kalkulator Grafik Fungsi Berbasis Ms. Excel

Berikut ini adalah kalkulator grafik fungsi linear, kuadrat dan polinomial berderajat tiga yang saya buat dengan menggunakan Microsoft Excel (pada semester 1 atau 2 yak saya lupa). Semoga bermanfaat. Apabila mengingankan file tersebut, file tersebut dapat diunduh di sini