CBT-PICS.jpg
Pengalaman mengikuti CBT seleksi Pascasarjana via https://spgs.unn.edu.ng/2019/07/08/20192020-postgraduate-admission-computer-based-test-2/

Disclaimer: artikel ini saya tulis setelah mendapatkan inspirasi dari membaca artikelnya Mas Agung yang berjudul Pengalaman Mengikuti Seleksi Pascasarjana di ITB

Setelah sembilan bulan merantau di Jakarta dan Bogor dengan diliputi oleh perasaan yang saya sebut sebagai quarter life crisis, pada akhir bulan Mei 2019 saya memutuskan untuk lanjut kuliah S2 di UNY. Pada saat itu juga, dosen pembimbing skripsi saya dulu mengirim pesan via WhatsApp yang isi pesannya adalah informasi tentang tawaran program “Jiangsu Government Scholarship for Southeast Asia.

Saya pun mencoba mendaftar program “Jiangsu Government Scholarship for Southeast Asia” tersebut meskipun waktu yang saya miliki untuk menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi adalah satu minggu – pendaftaran ditutup tanggal 31 Mei 2019. Akan tetapi, ketika saya sampai tahap pengisian formulir pendaftaran secara online, saya mendapati bahwa jurusan yang saya inginkan, yaitu Pendidikan Matematika, tidak tersedia dan juga waktu studi di jurusan kependidikan untuk jenjang S2 umumnya 3 tahun. Akhirnya, sayapun mengurungkan niat saya untuk melanjutkan proses pendaftaran program tersebut dan memilih untuk fokus saja pada pendaftaran program Pascasarjana di almamater S1 saya dulu.

Langsung saja, pada artikel tentang pengalaman saya mengikuti seleksi Pascasarjana di UNY ini saya bagi menjadi dua bagaian: proses pendaftaran hingga mendapatkan kartu perserta CBT (Computer-based test) dan pengalaman mengikuti CBT.


Proses Pendaftaran

Menurut saya, proses pendaftaran Seleksi Mahasiswa Pascasarjana UNY (SM PPs UNY) ini mudah karena tidak terlalu banyak isian yang perlu saya input di form pendaftaran online dan dokumen yang perlu diunggah.

Hal pertama yang saya lakukan untuk mendaftarkan diri sebagai peserta SM PPs adalah mengunjungi laman http://pmb.uny.ac.id/. Setelah itu, saya meng-klik tombol “DAFTAR” yang bersesuai dengan jejang dan jalur yang saya inginkan, yaitu Program Pascasarjana S2 Jalur CBT Gel. 2. Selanjutnya, saya diarahkan ke laman “Pengambilan Kode Pendaftaran.” Di laman “Pengambilan Kode Pendaftran” tersebut, saya diminta untuk mengetikkan informasi-informasi yang terdiri atas: Nama Lengkap, Tanggal Lahir, Telepon, E-mail, Alamat, dan Kode Verifikasi. Setelah selesai mengetikkan informasi-informasi tersebut, saya klik tombol “Submit” dan selanjutnya muncul informasi mengenai Kode Pendaftaran. Kode Pedaftaran tersebut juga dikirim oleh Panitia PMB UNY ke e-mail yang diketikkan di awal tadi. 

Kalau sudah mendapatkan Kode Pendaftaran, berarti tinggal bayar deh biaya pendaftaran di Bank Mandiri. Pada saat itu, biaya pendaftarannya adalah sebesar Rp 450.000,00. Nah, setelah melakukan pembayaran biaya pendaftaran, saya mendapatkan PIN – terdiri atas 6 digit dan tercetak di formulir multi pembayaran (multi payment form)  – untuk login dan melanjutkan proses pendaftaran di https://daftarpmb.uny.ac.id/site/login. Yang harus dilakukan setelah berhasil login adalah: mengisi formulir pendaftaran, finalisasi formulir pendaftaran, dan mencetak kartu peserta.

Di bagian mengisi formulir pendaftaran, saya diminta untuk mengisikan informasi terkait dengan data pribadi, pekerjaan, pendidikan terakhir, pilihan program studi (bisa memilih dua program studi), dan pemberi rekomendasi. Selain itu, saya juga diminta untuk mengunggah dokumen-dokumen, seperti: Foto (pasfoto berwana terbaru dengan ukuran file 100KB-2MB berformat jpg, jpeg, atau png), Ijazah S1 (format file pdf dengan ukuran file maksimal 5MB), Transkrip Nilai S1 (format file pdf dengan ukuran file maksimal 5MB), dan Bukti Akreditasi Prodi (bukti akreditasi program studi yang ditempuh sebelumnya, berformat pdf dengan ukuran maksimal 5MB).

O iya, untuk isian terkait dengan pemberi rekomendasi, yang perlu saya isikan adalah nama (nama lengkap dengan gelar), telepon, e-mail, dan instansi dari pemberi rekomendasi. Pemberi reomendasi yang disyaratkan adalah sebanyak dua orang. Adapun yang perlu diperhatikan dalam mengisikan data pemberi rekomendasi dan memilih pemberi rekomendasi adalah sebegai berikut.

  • Pemberi rekomendasi adalah Dosen Pembimbing Akademik atau Dosen Pembimbing Tugas Akhir atau Dosen Pengampu Matakuliah pada jenjang pendidikan sebelumnya dan/atau Atasan Langsung tempat bekerja.
  • Pemberi rekomendasi bersedia memberi rekomendasi.
  • Alamat e-mail dan nomor telepon aktif dan dapat dihubungi. Nantinya, pihak panitia akan mengirimkan e-mail kepada pemberi rekomendasi untuk mengkonfirmasi terkait dengan mahasiswa yang akan direkomendasikan. Jadi, apabila proses pendaftaran sudah selesai, silakan memberi tahu pemberi rekomendasi bahwa tautan rekomendasi telah dikirim oleh pihak PMB UNY ke e-mail pemberi rekomendasi tersebut. 

Setelah selesai mengisikan informasi-informasi yang dibutuhkan di form pendaftaran, saya mengklik tombol “Submit” untuk kemudian saya akan diarahkan ke laman Finalisasi Pendaftaran. Di laman Finalisasi Pendaftaran ini, saya diminta untuk memeriksa informasi yang telah saya isikan sebelumnya di formulir pendaftaran. Apabila ada isian yang perlu diperbaiki, maka silakan diperbaiki dengan mengklik tombol “Edit,” dan apabila sudah tidak ada yang perlu diperbaiki, maka silakan masukkan kode verifikasi dan klik tombol “Finalisasi.”

Segera setelah saya menekan tombol “Finalisasi,” saya diarahkan ke laman Cetak Kartu. Di laman ini, saya diminta untuk memilih waktu ujian dan ruang ujian. Selanjutnya, selesai memilih waktu dan ruang ujian, saya mengetikkan kode verifikasi dan menekan tombol “Submit.” Kartu tanda peserta ujian pun akhirnya saya dapatkan dan siap untuk saya cetak. Tinggal mempersiapkan diri untuk menghadapi CBT deh. 


Pengalaman Mengikuti CBT Seleksi Pascasarjana UNY

Seperti yang telah disebutkan di atas, sistem ujian yang digunakan pada seleksi mahasiswa Pascasarjana UNY ini adalah sistem Computer-based Test (CBT). Materi yang diujikan meliputi Tes Potensi Akademik (TPA) dan Bahasa Inggris. Untuk TPA-nya sendiri terdiri atas tes kemampuan verbal (sinonim, antonim, analogi, pemahaman teks), kemampuan kuantitatif (deret, aritmetika, aljabar), kemampuan penalaran (logis, analitis, abstrak), dan kemampuan spasial. Untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi TPA ini, Anda bisa belajar dari soal-soal TPA yang melimpah ruah di internet (misal: https://soaltpaku.blogspot.com/). O iya, saran saya, ketika mengerjakan soal TPA, usahakan untuk mengerjakan soal yang mudah terlebih dahulu. Menurut saya, bagian yang sulit di TPA ini adalah bagian kemampuan penalaran abstrak. Entah kenapa, menurut saya, sesuatu yang ada kata “abstrak” nya tuh susah, misalnya aljabar abstrak :).

Adapun untuk tes Bahasa Inggris, soalnya sendiri ber-tipe soal prediksi TOEFL. Tes Bahasa Inggris ini terdiri atas tiga bagian, yaitu: listening comprehensionstructure and written expression, dan reading comprehension. Di bagian reading comprehension inilah yang berhasil membuat saya terkantuk-kantuk. Sudah saya milih tesnya di sesi siang (pukul 13.00-17.00), ditambah bacaan di reading comprehension panjangnya tidak terkira, satu layar monitor penuh. Mantep, saya tinggal tidur aja kali ya. Haha. Nah, sebenarnya soal di bagian reading comprehension ini tidaklah susah. Semua jawabannya sudah tersirat ataupun tersurat dalam bacaan. Ya itu tadi, kuncinya kita harus sanggup menahan beratnya gajah yang ada di pelupuk mata. Oh iya, tips saat mengerjakan soal di bagian reading comprehension adalah kerjakan dulu soal semacam menentukan padanan kata (sinonim) dan menentukan rujukan kata (the word…refers to…).

Satu minggu setelah CBT dilaksanakan, hasilnya pun diumumkan. Dan Alhamdulillah saya diterima di pilihan program studi pilihan pertama saya, yaitu Pendidikan Matematika. Fyi, saya memilih prodi Pendidikan Matematika di pilihan pertama dan prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP) di pilihan kedua. 

Sekian.

Stay hungry and stay foolish 🙂