Rehat: Karena Hatimu pun Berhak untuk Tenang

bloom-carefree-cozy-258330.jpg

Hatimu pun berhak untuk tenang via https://www.pexels.com/id-id/foto/258330/

Beberapa bulan lalu – tepatnya bulan September 2018 – mas Kunto Aji merilis album keduanya yang diberi nama “Mantra Mantra.” Sebenarnya saya lebih dulu mengenal lagu “Rehat” yang merupakan salah satu dari sembilan lagu dalam album “Mantra-Mantra” ketimbang album “Mantra-Mantra” itu sendiri. Saya pertama kali mengenal lagu yang berjudul “Rehat” itu pun dari melihat Insta story-nya mbak Quita Windiartono. Di Insta story-nya tersebut, mbak Quita menginformasikan bahwa beberapa jam lagi akan rilis Official Music Video (OMV)-nya lagu “Rehat”-nya mas Kunto Aji di YouTube. Penasaranlah saya dengan video tersebut. Beberapa jam kemudian, akhirnya video tersebut rilis, dan saya pun menikmati video tersebut.

Kesan pertama yang saya dapatkan dari melihat OMV-nya “Rehat” tersebut adalah unik. Kenapa saya bilang unik? Tidak lain adalah karena OMV tersebut tersusun atas video-video kolektif dari para pendengar lagu “Rehat” – selanjutnya disebut sebagai #TeamRehat – sedemikian sehingga menjadi sebuah video yang harmonis dan representatif dengan lirik dari lagu “Rehat” tersebut.

Menurut mas Kunto Aji, seperti yang dikutip dari Fimela, lagu “Rehat” sendiri merupakan lagu yang mengangkat tema kesehatan mental, lebih spesiknya mengenai self-awareness (kesadaran diri). Menurut Tchiki Davis dalam artikelnya yang berjudul What Is Self-Awareness, and How Do You Get It?kesadaran diri itu berkaitan dengan kontrol terhadap pikiran, emosi, dan keyakinan diri kita sendiri. 

Ada satu hal lagi yang menarik untuk diceritakan mengenai lagu “Rehat,” yaitu mengenai frekuensi yang digunakan dalam lagu tersebut. Saya baru tahu – setelah membaca dua artikel yang masing-masing dimuat di CNN Indonesia dan Republika – bahwa mas Kunto Aji memasukkan frekuensi UT-396 Hz ke dalam lagu “Rehat”-nya tersebut. Berdasarkan artikel yang dimuat dalam Attuned Vibrations, penggunaan nada dengan frekuensi UT-396 Hz – satu dari enam frekuensi dalam frekuensi Solfeggio – ini ditujukan untuk mengubah perasaan sedih menjadi bahagia serta membebaskan diri kita dari rasa bersalah dan takut.

Lalu, apa akibatnya jika diri kita terbebas dari rasa bersalah dan takut? Ya, tidak lain hati kita menjadi lebih tenang, bukan?

Selain dari nada lagu yang digunakan dalam lagu “Rehat” yang membuat hati si pendengarnya menjadi lebih tenang, menurut saya, lirik dari lagu tersebut seolah seperti mantra yang dapat menenangkan hati juga lho dan membuat siapa pun yang mendengarnya seolah mengalami apa yang diceritakan dalam lagu tersebut. Tidak percaya? Baiklah, mari kita bahas setiap bait lirik lagu tersebut.

Serat-serat harapan
Masih terjalin
Suaramu terdengar
Masihlah nyaring dan bergema
Di ruang-ruang hatimu

Mungkin kamu pernah berkali-kali berada di situasi dimana kamu merasakan yang namanya gagal. Kegagalan demi kegagalan yang kamu terima seolah-olah membuatmu ingin segera menyerah. Akan tetapi, sesungguhnya di ruang-ruang hatimu tersebut masih menyimpan harapan-harapan yang ingin terus kamu perjuangkan sampai kamu mendapatkannya.  Jika masih ada kesempatan untuk mendapatkan harapanmu tersebut, maka tidak mengapa kamu berjuang lagi untuk mendapatkannya. 

Tenangkan hati
Semua ini bukan salahmu
Jangan berhenti
Yang kau takutkan takkan terjadi

Kalaupun kamu sudah tidak memiliki kesempatan lagi untuk mendapatkan apa yang kamu harapkan, maka tenangkanlah hatimu. Sungguh semua ini bukan salahmu. Pun kamu juga tidak perlu mencari orang lain untuk kamu salahkan atas kegagalan yang terjadi padamu. Terkadang dalam hidup ini memang tidak ada yang perlu untuk disalahkan atas apa yang terjadi pada dirimu. Sudah, tenangkanlah hatimu. 

Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri atas apa yang sedang kamu alami saat ini. Sudah saatnya kamu menghargai kerja keras dirimu sendiri. Berterimakasihlah kepada dirimu sendiri yang sampai saat ini terus bersama dirimu dalam memperjuangkan harapanmu. Jangan kejam pada dirimu sendiri karena dirimu pun berhak untuk kamu cintai, hargai, dan apresiasi.

Bagaimana cara menghargai dirimu sendiri? Hargailah dirimu sendiri dengan cara tidak over thinking – memikirkan suatu hal yang tidak seharusnya kamu pikirkan secara berlebihan. Seringkali kamu berpikiran negatif atau terlalu mengkhawatirkan dan memikirkan hal buruk yang belum tentu terjadi pada dirimu. Sudahlah, tenangkan hatimu. Apa yang kamu takutkan tersebut tidak akan terjadi. 

Yang dicari, hilang
Yang dikejar, lari
Yang ditunggu
Yang diharap
Biarkanlah semesta bekerja
Untukmu

“Biarkanlah semesta bekerja untukmu” menyampaikan pesan kepada kamu bahwa ketika kamu sudah berjuang dengan maksimal dan berdoa, hal selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah menyerahkan hasilnya kepada-Nya. Apapun hasilnya, yakinlah bahwa itu yang terbaik untuk dirimu. Tenangkanlah hatimu.

Kita coba lagi
Untuk lain hari
Kita coba lagi
Yang ditunggu
Yang diharap
Biarkanlah semesta bekerja
Untukmu

Tenangkan hati
Semua ini bukan salahmu
Terus berlari
Yang kau takutkan takkan terjadi

Lagi, mungkin kamu sudah berkali-kali merasakan kegagalan dalam meraih apa yang kamu harapkan. Apabila kesempatan untuk meraih harapanmu tersebut masih terbuka, tidak ada salahnya kamu mencobanya lagi. Tapi, rehatlah sejenak untuk mengumpulkan “amunisi” yang lebih untuk meraih harapanmu tersebut. Berterimakasihlah kepada dirimu yang telah berjuang keras bersamamu. Berjuanglah lagi dan serahkan hasilnya kepada-Nya. Biarkanlah semesta bekerja untukmu.

Ada lagi satu hal spesial yang akan kamu dapatkan dari menonton OMV Rehat. Apa tuh yang spesial? Ya, di bagian akhir OMV tersebut kamu akan menyaksikan tulisan berikut.

Untuk kalian yang lelah dengan keadaan, pencarian, kenangan, tuntutan, apa yang ada di pikiran: Terima kasih sudah berjuang sampai sekarang

Apapun keadaanmu sekarang, terima kasih sudah berjuang sampai sekarang. Jika kamu merasa lelah dengan keadaanmu sekarang, rehatlah sejenak untuk menenangkan hatimu, karena hatimu pun berhak untuk tenang. Semua akan baik-baik saja. Biarkanlah semesta bekerja untukmu.

Sekian.

Stay hungry and stay foolish 🙂

 

Advertisements