7 Hal yang Sebaiknya Kamu Hindari Agar Waktumu Tidak Terbuang Secara Percuma

Pernahkah kamu merasa bahwa waktumu berlalu begitu cepat—rasanya baru saja bangun tidur di pagi hari dan tiba-tiba sudah kembali harus tidur di malam hari, begitu seterusnya—dan dalam waktu yang sama kamu juga merasa bahwa seharian kamu belum melakukan apa-apa (baca: hal yang berarti)? Jika ya, maka bisa jadi, tanpa disadari, kamu menghabiskan waktumu secara percuma. Nah, berikut ini ada 7 hal yang sebaiknya kamu hindari agar waktumu tidak terbuang secara percuma menurut @mindset.therapy.

1. Menunggu datangnya inspirasi

Seringkah kalian kalau akan mengerjakan suatu hal perlu menunggu datangnya inspirasi (baca: ide). “Duh belum ada ide nih, nanti aja deh ngerjainnya kalau sudah ada ide.” Alih-alih menunggu datangnya ide, waktumu pun jadi terbuang secara percuma dengan tanpa meninggalkan hasil sedikit pun. Nah, mulai sekarang mulai saja pekerjaanmu tanpa perlu berlama-lama menunggu datangnya inspirasi. Toh bisa jadi inspirasi nanti akan datang di tengah kamu sedang mengerjakan pekerjaanmu.

2. Khawatir terhadap apa yang orang lain akan katakan tentang kamu

“Duh, gimana ya kalau aku dianggap sombong. Duh, gimana ya kalau nanti aku dibilang sebagai orang yang nggak tahu terima kasih.” Seringkali kita merasa khawatir akan penilaian orang lain atau sekadar berasumsi terhadap yang akan dikatakan orang lain terhadap diri kita. Padahal, bisa jadi apa yang kita khawatirkan tersebut tidak menimpa pada diri kita. Alhasil, energi dan pikiran kita jadi terkuras, pun waktu kita terbuang begitu saja hanya untuk mimikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi. Jadi, tunggu apa lagi? Mulai sekarang berhentilah menghawatirkan apa yang orang lain akan katakan tentang kita. Fokus saja pada hal yang sedang kamu kerjakan.

3. Mengeluh

Lebih banyak mengeluh atau bersyukur kah kamu hari ini? Jika lebih banyak mengeluh, maka itu berarti kamu sedang membuang waktumu dengan cuma-cuma. Kok bisa? Ya bisa lah. Logikanya, saat kamu mengeluhkan banyak hal—entah itu terkait dengan pekerjaan, masalah rumah tangga, ataupun sekolah—bukan solusi atas masalahmu yang akan kamu dapat, melainkan hanya perasaan jengkel, sebal, dan marah yang akan kamu peroleh. Buang-buang energi saja—terlebih jika kamu mengeluh di media sosial. Mengeluh bukanlah cara untuk menyelesaikan masalah, namun malah akan menjadi pemicu munculnya masalah lain. Yuk, mulai sekarang jangan perbanyak mengeluh, perbanyaklah bersyukur atas apa yang kamu dapatkan sekarang. Kalau sedang banyak masalah, jangan banyak mengeluh. Lebih baik berusahalah untuk menemukan solusi atas masalahmu tersebut.

4. Berusaha untuk menyenangkan semua orang

Bahwa kita terlahir bukan untuk menyenangkan semua orang. Tentu ada saja satu atau dua orang yang selalu tidak senang dengan apa yang kita lakukan ataupun dengan pencapaian kita. Wajar kok. Kita tidak perlu berusaha mati-matian hanya sekadar untuk menyenangkan semua orang. Lakukan saja apa yang semestinya kamu lakukan sebaik-baiknya dan jadilah dirimu sendiri. Mau orang lain senang atau tidak senang, itu bukan urusanmu.

5. Membandingkan dirimu sendiri dengan orang lain

Ini nih yang kerap kali, tanpa kamu sadari, menjadi penyebab waktumu terbuang secara percuma. Ya, membandingkan dirimu sendiri dengan orang lain. Nah, ya kalau membandingkan diri sendiri dengan orang lain itu bisa memotivasimu untuk menjadi dirimu yang lebih baik itu tidak masalah. Yang menjadi masalah adalah ketika kamu membandingkan dirimu sendiri dengan orang lain dan itu menjadikanmu merasa iri, rendah diri, dan tidak berguna. Percayalah bahwa membandingkan diri dengan orang lain (biasanya) hanya akan membutmu kurang bersyukur atas apa yang kamu miliki sekarang dan membuang waktumu. Daripada membandingkan dirimu dengan orang lain, lebih baik bersyukur atas pencapaianmu dan senantiasa berusaha untuk menjadi diri sendiri yang lebih baik dibanding hari ini. Hidupmu ya hidupmu sendiri, bukan hidup orang lain. Jalan hidupmu jalan hidupmu sendiri, bukan jalan hidup orang lain.

6. Mengulangi kesalahan yang sama

Jangan takut salah karena dengan mengalami atau melakukan suatu kesalahan kita akan mengambil hikmah dari kesalahan tersebut sedemikian sehingga kesalahan tersebut tidak akan terulang kembali. Namun apabila kamu mengulangi kesalahan yang sama itu tandanya kamu tidak mau belajar dari kesalahan dan waktumu akan terbuang secara percuma karena kamu melakukan apa yang seharusnya tidak kamu lakukan.

7. Perfeksionisme

Yang dimaksud dengan perfeksionisme di sini adalah pemikiran dan perilaku yang mengarah pada keinginan untuk mencapai tujuan yang terlalu tinggi—yang terkadang tidak realistis—atau menginginkan segala sesuatu itu serba sempurna. Tentu untuk mencapai tujuan yang semacam ini, orang-orang perfeksionis cenderung membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Pefeksionisme ini apabila tidak dimanage dengan baik, bisa jadi dapat mengarahkan diri untuk memperhatikan hal-hal kecil (detail) yang sebenarnya tidak terlalu penting.

Sekian.

Stay hungry and stay foolish πŸ™‚

***Selamat datang Desember

Advertisements