Sebuah Jurnal Perjalanan Fiersa Besari

Sekitar sebulan yang lalu, tanpa di sengaja saya menemukan dan memutar video di channel-nya bung Fiersa Besari. Siapa to Fiersa Besari itu? Bagi yang belum tahu profilnya, silahkan cek di sini. Nah, dalam video bertajuk SEBUAH JURNAL # tersebut, kita disuguhi dengan kisah- kisah menariknya selama menggarap suatu proyek puisi dan musik (yang dinamai dengan Suar Aksara) yang merangkum perjalanan selama satu bulan yang digagas oleh Fiersa Besari, Wira Negara, dan Panji Wasis. Selain menyajikan petualangannya selama melaksanakan proyek Suar Aksara, Bung (aka sapaan akrabnya Fiersa Besari) juga menyajikan petualangannya dalam mencapai puncak Gunung Patah untuk merayakan hari Sumpah Pemuda.

Untitled

Intro dalam video SEBUAH JURNAL #5- Mengartikan Kepulangan

Salah satu hal yang saya sukai dalam video tersebut adalah cara pembawaan Bung yang santai dalam memandu setiap detik cerita perjalananya dengan bahasa yang “indah” dan di setiap bagaian akhir videonya, Bung tak lupa menyelipkan “kata- kata indah/ motivasi” yang terkadang sangat mengena :). Nah, melalui postingan ini, saya akan membagikan kata- kata indah/ motivasi dari Bung Fiersa Besari tersebut yang saya peroleh dari video SEBUAH JURNAL #1 sampai dengan SEBUAH JURNAL #14. Langsung saja ya.

Untitled1

SEBUAH JURNAL #7- Makna Kegagalan Rencana

SEBUAH JURNAL #1: Berkarya Sambil Berkelana (Solo- Pacitan- Wonogiri)

…tapi seiring perjalanan, saya belajar untuk meredam ego, saya belajar untuk mengalah. Karena saat saya ingin menang sendiri, saya tahu bahwa perjalanan itu akan kalah, dan saat saya mengalah, perjalanan itu akan lanjut

SEBUAH JURNAL #2: Realitas Dunia Maya (Malang)

Salah satu hal yang saya pelajari selama di perjalanan adalah betapa bermanfaatnya medsos asalkan kita menggunakannya dengan benar. Orang- orang sering kali membandingkan dunia maya dengan dunia nyata seolah- olah dunia maya ini selalu berdampak buruk dan apa yang kita lakukan di dunia nyata selalu baik. Padalah tidak seperti itu. Untuk apa membandingkan keduanya jika bisa kita sandingkan. Perjalanan saya tidak akan bisa sehemat ini jika tanpa bantuan dunia maya. Jadi, dunia maya itu tidak buruk, selama kita menggunakannya dengan bijak. Dan ingat, sehabis perjalanan jangan cuma membagikan video dan foto keren di akun medsosmu, tapi juga bagikan pengetahuan—apa saja yang boleh dilakukan selama di tempat wisata tersebut dan apa yang tidak boleh dilakukan—supaya akun medsos kita tidak cuman dijadikan bahan pamer, tapi juga bisa jadi bahan edukasi

SEBUAH JURNAL #3: Hidup Adalah Improvisasi (Banyuwangi- Situbondo)

Sepintar-pintarnya kita mengatur rencana, hidup akan selalu membawa kita pada destinasi- destinasi yang tidak kita duga sama sekali. Nah, kalau udah begitu, jangan diam lalu menyerah, lebih baik improvisasi aja. Karena dengan kejutan- kejutan manisnya, hidup akan mengajarkan kita cara mengikhlas dan bersyukur.

baca jugaFiersa Besari: Pergi Untuk Pulang?

SEBUAH JURNAL #4: Negeri Ini Sudah Merdeka? (Surabaya- Lombok- Sumbawa)

…tapi bagi saya pribadi, berkata bahwa negara ini belum merdeka sama saja tidak menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang mati- matian untuk memerdekakan negeri ini. Jadi, apakah negara ini sudah merdeka? Bagi saya sudah. Pertanyaannya, apakah kita sudah mengisi kemerdekaan dengan hal berguna? Mungkin sudah menjadi tugas bagi saya, bagi kalian generasi penerus bangsa ini untuk memperbaiki negeri ini agar perjuangan para pahlawan tidak sia- sia. Dan ingat, kemerdekaan bukanlah tentang merdeka untuk melakukan sesuatu yang buruk, kemerdekaan adalah tentang merdeka dari sesuatu yang buruk. Semoga kita menjadi manusia yang merdeka dari hal- hal buruk yang selama ini menjajah kita

SEBUAH JURNAL #5: Mengartikan Kepulangan (Bima- Labuan Bajo)

…dan saya percaya bahwa akhir sebuah kisah hanyalah gerbang pembuka untuk kisah yang jauh lebih indah

… tapi bagi saya sendiri, pulang adalah selalu tentang ibu. Ketika saya pulang, sungguh menjadi hal yang menyenangkan bisa berada di dekatnya

SEBUAH JURNAL #6: Hati Adalah Kompas Terbaik (Gunung Moreno, Sulawesi Selatan)

Ingat bidik tujuan kita dengan cermat dan tepat, tanamkan bahwa hati kita telah tiba terlebih dahulu sebelum raga kita. Tembak, lalu kerjar sampai dapat. Jangan menyerah, jangan salah arah

SEBUAH JURNAL #7: Makna Kegagalan Rencana (Selayar, Sulawesi Selatan)

…mungkin saja ketika kehilangan sesuatu dalam hidup kita… kita sedang dituntun untuk mendapatkan sesuatu yang lebih indah

SEBUAH JURNAL #8: Patah? Semangat! Part 1 (Gunung Patah, Bengkulu)

SEBUAH JURNAL #8: Patah? Semangat! Part 2 (Gunung Patah, Bengkulu)

SEBUAH JURNAL #8: Patah? Semangat! Part 3 (Gunung Patah, Bengkulu)

…Lalu saya teringat akan kata-kata seorang kawan.Di hutan bukan hanya fisik yang harus kita jaga, tapi juga kewarasan. Karena saat kewarasan sudah hilang, kita bisa gila di dalam sana, menghadapi tantangan setiap harinya, marabahaya, hewan buas, resiko cidera. Dan itu bukan hal yang mudah untuk saya sendiri ya. Dan yang membuat saya tetap berjalan adalah saya tahu hati saya bisa dipatahkan, tangan saya bisa dipatahkan, kaki saya bisa dipatahkan, tapi Gunung Patah tidak akan pernah bisa mematahkan semangat kami. Itu yang membuat kami tetap berjalan, itu yang membuat kami bisa sampai ke puncak,dan itu yang membuat kami bisa pulang ke rumah dan kembali memeluk keluarga kami.

SEBUAH JURNAL #9: Surga Kecil Di Ujung Ibu Kota (Kep. Seribu, Jakarta)

…dan bagi saya entah pergi sejauh apapun kita atau sedekat apapun kita, inti dari berlibur adalah menghilangkan kepenatan, mendamaikan kembali jiwa, dan mungkin membunuh kegalauan yang ada dalam hati.

SEBUAH JURNAL #10: Perjalanan Lintas Tahun (7 Kota)

Intinya, apapun profesimu dan apapun yang kau lakukan, lakukan supaya hatimu senang, bukan hanya atas dasar mencari uang

SEBUAH JURNAL #11: Para Dara Mengembara (Labuan bajo, Flores)

Ingat, segala sesuatu yang kau bagikan baik di dunia nyata maupun dunia maya adalah tanggung jawabmu. Jika menurutmu hal tersebut akan berdampak baik,  selamat. Jika menurutmu hal tersebut akan berdampak buruk, pikirkan kembali sebelum kau posting.

SEBUAH JURNAL #12: Bau Tanah (Gunung Sindoro, Jawa Tengah)

…Jadi apa sih yang bikin seseorang kembali ke gunung lagi dan lagi, padahal lebih enak di kota–segalanya sudah tersedia? Justru itulah istimewanya gunung dan hutan. Uang dan kekayaan tiba-tiba tidak lagi seberarti di kota. Canda dan tawa tiba-tiba tidak lagi sepura-pura di kota. Persahabatan tiba-tiba tidak lagi sepalsu di kota.

Puncak gunung itu seperti cita-cita. Saat kita memulai perjalanan, kita harus berdoa sebelum melangkah. Di perjalanan kita terjatuh dan bangkit berulang kali. Kita menemukan siapa diri kita yang sesungguhnya dalam perjalanan menuju puncak. Dan misalkan kita gagal terus tidak bisa sampai ke puncak, bukan berarti perjuangan selama perjalanannya sia-sia. Kita belajar untuk jadi manusia yang lebih baik (Juang Astrajingga).

Dan ada satu hal lagi yang membuat saya benar-benar ketagihan pergi ke gunung. Bau tanah basah setelah hujan. Entahlah itu tidak bisa di gambarkan. Selalu membuat saya ingin kembali lagi ke gunung.

baca jugaSebuah Jurnal Perjalanan Fiersa Besari (part 2)

SEBUAH JURNAL #13: Ide Berkeliaran (Gunung Papandayan, Jawa Barat)

Ide sekecil apa pun, adalah emas. Dia bisa terus mengendap tanpa pernah ditemukan, atau bisa digali dan dipergunakan.

Jangan remehkan mereka yang lebih muda. Berhenti memandang sebelah mata.

SEBUAH JURNAL #14: Sabar Hati part 1 (Gunung Tambora, NTB)

SEBUAH JURNAL #14: Sabar Hati part 2 (Gunung Tambora, NTB)

Yang menarik dari gunung adalah ia selalu tampak cantik dari kejauhan. Ketika kita baru menjejakinya ia akan terlihat buruk rupa, menyebalkan, dan melelahkan. Tapi, jika kita bersedia untuk berjuang melewati segala ringtangan, percayalah wajah cantik sang gunung yang kita lihat dari kejauhan tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan keindahan yang akan kita lihat dari puncak gunung

Untuk kelanjutannya, silakan kunjungi postingan Sebuah Jurnal Perjalanan Fiersa Besari (part 2)

Cukup sekian postingan saya kali ini. Semoga bermanfaat.

Stay hungry and stay foolish 🙂

 

Advertisements