Penelitian/ Studi Fenomenologi (2) — A Phenomenological Study of Middle Grade Female and Male Students’ Single-Sex Mathematical Experiences

Setelah mengulas artikel penelitian yang menggunakan pendekatan penelitian/ studi naratif melalui postingan yang berjudul Penelitian/ Studi Naratif (2)—Mathematics Anxiety: One Size Does Not Fit All, kali ini saatnya mengulas artikel penelitian yang menggunakan pendekatan penelitian/ studi fenomenologi (Catatan: bagi teman- teman yang ingin mengetahui tentang pendekatan fenomenologi ini, silahkan berkunjung ke postingan saya yang berjudul Penelitian/ Studi Fenomenologi (1)).Ulasan yang disajikan meliputi informasi artikel, thesis statement (pernyataan tesis), dan ringkasan dan deskripsi penelitian. Selamat membaca dan menikmati ya. Semoga bermanfaat.

Informasi Artikel
Judul:
A Phenomenological Study of Middle Grade Female and Male Students’ Single-Sex
Mathematical Experiences
Penulis:
Amber Simpson, Clemson University, Indiana University
S. Megan Che, Clemson University
Informasi pubilkasi:
RMLE Online (Research in Middle Level Education), 39:2, 1-13
http://dx.doi.org/10.1080/19404476.2016.1138727
Pernyataan topik dan tujuan:

Thus, this study addresses the following research question: What are the lived experiences of students in a single-sex mathematics classroom within a co-educational middle school setting?

Bahwa dalam artikel yang berjudul A Phenomenological Study of Middle Grade Female and Male StudentsSingle-Sex Mathematical Experiences dibahas/ dideskripsikan pengalaman siswa dalam belajar matematika dalam setting kelas single-sex, namun sekolah mereka menggunakan setting coeducation.

Thesis Statement

The implementation of single-sex classes, particularly in mathematics, is one decision for which the inclusion of studentsvoices and perspectives is fundamental to understanding the implementation of the policy

Specifically, regarding the body of scholarship on single-sex classes in the U.S., we are cognizant of the predominance of quantitative studies and the relative silence of qualitative studies, specifically focusing on student experiences in these settings.

Berdasarkan kutipan dua kalimat di atas dapat diketahui bahwa hal yang mengindikasi-kan pentingnya penelitian tentang pengalaman siswa dalam belajar matematika dengan setting kelas single-sex untuk dilakukan adalah masih kurangnya penelitian/ studi kualitatif terhadap fenomena tersebut dan adanya kenyataan bahwa pemahaman terhadap fenomena tersebut merupakan dasar untuk memahami penerapan suatu kebijakan yang berhubungan dengan fenomena setting kelas single-sex/ single-gender dalam suatu sekolah yang menerapkan setting mixed-sex/ mixed-gender/ coeducation.

Ringkasan dan deskripsi penelitian yang dilakukan
Karena tujuan dari si peneliti sekaligus si penulis artikel tersebut adalah untuk memahami fenomena perilaku/ pengalaman siswa dalam belajar matematika dalam kelas dengan setting single-sex, tentu saja penekatan penelitian yang digunakan adalah fenomenologi. Lebih lanjut, jenis fenomenologi yang dipilih adalah jenis fenomenologi deskriptif (dikenal juga dengan istilah fenomenologi transenden atau fenomenologi psikologis). Adapun yang menjadi subjek penelitian tersebut adalah siswa kelas 8 sekolah menengah (middle school) yang terdiri dari tiga siswa laki-laki dan empat siswa perempuan. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik video elicitation interview yang diadaptasi dari Norman Kagan dan wawancara pribadi/ individu, dengan tujuan untuk menggali secara dalam pikiran dan perasaan yang dialami oleh si subjek penelitian selama berinteraksi dalam kelas bersetting single-sex.

Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis melalui empat tahap. Tahap pertama yang dilakukan adalah membaca dan mengamati keseluruhan hasil wawancara untuk mendapatkan makna secara keseluruhan dari deskripsi tentang fenomena yang sedang diteliti— pengalaman menjadi siswa dalam kelas matematika yang bersetting single-sex. Tahap kedua adalah mencermati ulang keseluruhan deskripsi yang diperoleh dengan tujuan agar diperoleh suatu satuan makna (meaning units). Tahap ketiga peneliti mentransformasi meaning units tersebut menjadi suatu ungkapan yang berupa hal-hal penting yang termuat dalam deskripsi melalui kesadaran dan pemahaman si peneliti. Tahap keempat adalah mensintesis atau mengombinasikan meaning units yang telah ditransformasikan pada tahap ketiga sedemikian sehingga diperoleh deskripsi umum dari fenomena yang diteliti.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut.

  1. Para siswa tidak memusatkan perhatiannya pada aspek akademik (belajar matematika) tetapi cenderung menempatkan perhatiannya pada aspek sosial yang terjadi selama mengalami suatu pengalaman di kelas dengan setting single-sex.
  2. Siswa perempuan mengapresiasi (baca: mensyukuri 🙂 ) adanya setting single-sex karena dapat menghilangkan gangguan- gangguan (distractions) yang disebabkan oleh lawan jenis.
  3. Hal yang berbeda dideskripsikan oleh siswa laki- laki bahwa setting single-sex menimbulkan suatu gangguan dan menyebabkan mereka sulit untuk konsentrasi.
  4. Siswa perempuan tidak terlalu memperhatikan penampilan luar mereka ketika berada dalam kelas dengan setting single-sex (sebagaimana terjadi pada siswa laki-laki dalam kelas bersetting single-sex) dan mereka merasa lebih bebas dalam mengajukan dan/ atau menjawab pertanyaan terkait matematika, yang mana hal ini malah dihindari oleh siswa laku-laki.

*Hasil penelitian yang keempat bikin ketawa ngakak— lupakan

Cukup sekian postingan saya kali ini. Banyak kurangya mohon maaf. Apabila teman- teman memiliki pertanyaan terkait postingan ini atau ada kritik atau saran, jangan enggan untuk menyampaikannya dengan cara menuliskannya di kolom komentar.

Note: Untuk postingan selanjutnya membahas mengenai artikel tentang penelitian yang menggunakan pendekatan studi kasus.

Referensi
Creswell, J. W. (2007). Qualitative Inquiry & Research Design: Choosing Among Five Approaches (2nd ed.). Thousand Oaks, California: Sage Publications, Inc.

Simpson, A & Che, S. M. (2016). A Phenomenological Study of Middle Grade Female and Male Students’ Single-Sex Mathematical Experiences. RMLE Online, 39(2), 1-13. DOI: 10.1080/19404476.2016.1138727

Stay hungry and stay foolish 🙂

Advertisements