Penelitian Studi Kasus (Case Study) (1)

Setelah membahas dua dari lima pendekatan penelitian kualitatif, yaitu Penelitian/ Studi Naratif (1) dan Penelitian/ Studi Fenomenologi (1), sekarang pada postingan ini dibahas mengenai penelitian studi kasus (case study). Hal- hal yang dibahas terkait penelitian studi kasus ini meliputi pengertian penelitian studi kasus, jenis- jenis studi kasus, prosedur untuk melaksanakan studi kasus, tantangan dalam melakukan studi kasus, dan ulasan artikel penelitian yang menggunakan pendekatan studi kasus. Selamat membaca dan menikmati 🙂

Studi kasus merupakan pendekatan penelitian kualitatif yang digunakan untuk memahami suatu isu atau permasalahan dengan menggunakan suatu kasus (Creswell, 2007: 73). Yang dimaksud dengan kasus di sini dapat berupa suatu kejadian, proses, kegiatan, program, ataupun satu atau beberapa orang. Lebih lanjut, untuk memahami isu atau permasalahan secara mendalam, seorang peneliti perlu melakukan penyelidikan dan eksplorasi terhadap satu atau beberapa kasus dalam jangka waktu tertentu dan mengumpulkan data dari berbagai sumber (observasi, dokumen, laporan, atau wawancara).

Berdasarkan banyaknya kasus dan maksud dari dilakukannya analisis kasus, pendekatan studi kasus dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu, studi kasus dengan instrumen tunggal (single instrumental case study); studi kasus kolektif atau majemuk (collective or multiple case study); dan studi kasus intrinsik (intrinsic case study). Penjelasan dari ketiga jenis studi kasus disajikan sebagai berikut.

  1. Studi kasus dengan instrumen tunggal (single instrumental case study) adalah studi kasus yang terfokus pada satu isu atau pusat perhatian saja. Untuk mengilustrasikan isu tersebut, hanya digunakan satu kasus yang terbatas.
  2. Studi kasus kolektif atau majemuk (collective or multiple case study) adalah studi kasus yang terfokus pada satu isu atau pusat perhatian saja, tetapi untuk mengilustrasikan isu tersebut, digunakan beberapa kasus yang terbatas.
  3. Studi kasus intrinsik (intrinsic case study) adalah jenis studi kasus yang berfokus pada si kasus itu sendiri (misal: kajian terhadap kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika). Hal ini dikarenakan kasus tersebut menyajikan situasi yang tidak biasa atau bisa dikatakan sebagai situasi yang unik.

Setelah memahami tentang pengertian penelitian studi kasus dan jenis- jenis dari studi kasus, kini saatnya membahas mengenai prosedur untuk melaksanakan penelitian studi kasus. Adapun prosedur untuk melaksanakan studi kasus seperti yang diadaptasi dari Stake (Creswell, 2007: 74) adalah sebagai berikut.

  1. Memastikan bahwa suatu isu, kasus atau permasalahan cocok untuk diteliti dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Perlu diketahui bahwa pendekatan studi kasus cocok digunakan ketika suatu kasus yang diteliti merupakan kasus yang teridentifikasi secara jelas dan ketika peneliti ingin memperoleh pemahaman secara mendalam terhadap satu atau beberapa kasus dengan batasan- batasan tertentu.
  2. Memilih kasus dan jenis studi kasus yang akan digunakan. Adapun kasus yang dipilih sebaiknya kasus yang dapat menunjukkan berbagai sudut pandang terhadap permasalahan atau kejadian yang akan dipotret.
  3. Mengumpulkan data dari berbagai sumber (misal: melalui observasi, wawancara mendalam, ataupun dari dokumen- dokumen).
  4. Melakukan analisis terhadap data yang telah dikumpulkan. Analisis data dapat dilakukan secara menyeluruh (holistik) atau spesifik.
  5. Melakukan interpretasi. Artinya bahwa peneliti melaporkan hasil pemaknaan terhadap suatu kasus.

Pemilihan terhadap suatu pendekatan penelitian tentunya juga akan menimbulkan berbagai tantangan yang harus siap untuk dihadapi. Beberapa tantangan yang bisa muncul jika menggunakan pendekatan kualitatif antara lain sebagai berikut.

  1. Peneliti harus mengidentifikasi satu atau beberapa kasusnya dan memastikan bahwa kasus tersebut memang layak untuk dikaji/ diteliti. Biasanya, peneliti hanya memilih kasus yang jumlahnya tidak lebih dari empat atau lima.
  2. Bahwa dengan memilih suatu kasus, berarti seorang peneliti harus dapat membangun alasan yang mendasar yang melatar belakangi pemilihan kasus tersebut.
  3. Bahwa kenadala- kendala dalam hal waktu, kegiatan dan proses bisa jadi suatu tantangan dalam melakukan studi kasus.

Cukup sekian postingan saya kali ini. Banyak kurangya mohon maaf. Apabila teman- teman memiliki pertanyaan terkait postingan ini atau ada kritik atau saran, jangan enggan untuk menyampaikannya dengan cara menuliskannya di kolom komentar 🙂

Note: Untuk postingan selanjutnya membahas mengenai artikel tentang penelitian yang menggunakan pendekatan studi kasus.

Referensi
Creswell, J. W. (2007). Qualitative Inquiry & Research Design: Choosing Among Five Approaches (2nd ed.). Thousand Oaks, California: Sage Publications, Inc.

Stay hungry and stay foolish 🙂

Advertisements

6 thoughts on “Penelitian Studi Kasus (Case Study) (1)

  1. Pingback: Penelitian Grounded Theory (1) | Cerita dan Pengetahuan

  2. Pingback: Penelitian Etnografi (1) | Cerita dan Pengetahuan

  3. Pingback: Penelitian/ Studi Naratif (2)—Mathematics Anxiety: One Size Does Not Fit All | Cerita dan Pengetahuan

  4. Pingback: Penelitian Studi Kasus (Case Study) (2)— A Case Study of Elementary Beginning Mathematics Teachers’ Efficacy Development | Cerita dan Pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s