Designing a Qualitative Study

Meskipun judulnya menggunakan bahasa inggris, tapi isi postingan saya kali ini tetap menggunakan bahasa Indonesia (padine ra iso nulis nganggo boso enggres e…hehe). Ok langsung saja ya. Berdasarkan judulnya saja, teman-teman pasti sudah tahu apa yang akan saya bahas dalam postingan ini. Yups, dalam postingan ini akan dibahas mengenai mendesain suatu kajian/penelitian kualitatif. Sebelum melakukan desain penelitian kualitatif, tentunya kita harus paham dahulu mengenai ciri-ciri utama penelitian kualitatif, alasan melakukan penelitian kualitatif, dan hal-hal apa saja yang diperlukan untuk melakukan penelitian kualitatif. Setelah memahami ketiga hal tersebut, selanjutnya kita diharapkan dapat mengetahui dan memahami cara mendesain penelitian kualitatif dan tentunya mengetahui topik-topik apa saja yang bisa diajukan untuk dituangkan dalam suatu rencana atau proposal penelitian kualitatif. Selamat menikmati πŸ™‚

Menurut Denzin & Lincoln (Creswell, 2007: 36), penelitian kualitatif merupakan penelitian yang berusaha untuk mencari arti atau memperoleh pemahaman suatu fenomena (permasalahan atau pengalaman hidup manusia) dengan cara terjun langsung ke tempat dimana fenomena tersebut terjadi.Β  Dari pengertian ini, kita dapat memahami bahwa tujuan dari melakukan penelitian kualitatif bukanlah untuk menguji suatu hipotesis tetapi lebih kepada pencarian pola, kekonvergenan/ kecenderungan, dan untuk pencarian makna dari suatu fenomena atau kasus yang sifatnya unik. Nah, supaya lebih memahami tentang penelitian kualitatif, berikut disajikan ciri- ciri utama penelitian kualitatif.

  1. Instrumen utama dalam penelitian kualitatif adalah si peneliti itu sendiri. Artinya bahwa peneliti-lah yang bertanggungjawab penuh dalam mengumpul-kan data penelitian dengan menggunakan instrumen yang dibuat oleh dirinya sendiri.
  2. Untuk memperoleh makna atau pemahaman yang mendalam dari suatu fenomena, diperlukan data yang didapat dari berbagai sumber seperti melalui wawancara dan observasi.
  3. Dalam penelitian kulaitatif, pola dari suatu fenomena dapat diperoleh dengan melakukan analisis secara bottom-up atau melalui proses induktif.
  4. Fokus dalam penelitian kualitatif adalah pemahaman terhadap permasalahan yang sedang diteliti. Oleh karena itu, dalam penelitian kualitatif, fungsi dari kajian teori (literature review) hanyalah berfungsi untuk memperoleh jawaban sementara dari suatu permasalahan tersebut.
  5. Dalam penelitian kualitatif, apa yang terjadi di lapangan mungkin saja tidak sesuai dengan rencana awal. Bisa saja setelah peneliti “terjun ke lapangan”, peneliti mengubah bentuk instrumen atau pertanyaan untuk diajukan ke responden/ yang diteliti.
  6. Peneliti tidak bisa mengabaikkan pemahaman awal (prior understandings) atau pengalamannya dalam menginterpretasikan data yang telah ia peroleh.

Pengertian kulaitatif sudah dibahas. Ciri-ciri utama penelitian kualitatif pun juga sudah dibahas.Β  Terus mau bahas apa lagi? Yups, selanjutnya akan dibahas mengenai alasan mengapa kok menggunakan penelitian kualitatif, mengapa tidak menggunakan penelitian kuantitatif.

Jadi begini teman- teman. Seperti yang telah dibahas dalam pengertian penelitian kualitatif di atas, bahwa penelitian kualitatif itu dilakukan karena adanya permasalahan atau fenomena yang perlu di investigasi/ dikaji/ diselidiki, sedangkan variabel dalam permasalahan atau fenomena tersebut tidak dapat diukur. Alasan lain digunakannya penelitian kualitatif adalah karena adanya kebutuhan untuk memperoleh pemahaman terhadap fenomena secara detail yang hanya bisa diperoleh melalui percakapan langsung dengan responden atau “terjun langsung” ke tempat terjadinya fenomena tersebut. Lebih lanjut, alasan dilakukannya penelitian kualitatif adalah adanya kebutuhan untuk mengembangkan suatu teori ketika teori yang sudah ada tidak cukup untuk merepresentasikan kekompleksitasan permasalahan atau fenomena yang sedang diselidiki/ dikaji. Terakhir, yang menjadi alasan dilakukannya penelitian kualitatif adalah karena analisis statistika ataupun pengukuran kuantitatif tidak akan sesuai jika digunakan dalam permasalahan atau fenomena yang akan diteliti oleh peneliti. Wah berarti asik dong nggak ketemu sama hitung-hitungan matematika dan statistika yang rumit dan bikin kepala kemebul? Hmmmm….. bisa jadi… bisa jadi :). Eits, jangan senang dulu πŸ™‚ sebelum baca penjelasan berikut tentang hal yang diperlukan atau dimiliki oleh peneliti untuk melakukan penelitian kualitatif. Yah…

Jadi begini teman-teman, bagi seorang peneliti yang akan melakukan penelitian kualitatif haruslah mempunyai tekad/ komitmen untuk mencurahkan sebagian besar waktunya di tempat fenomena/ masalah yang ia teliti terjadi. Selain itu, peneliti juga dituntut untuk dapat melakukan analisis dan interpretasi terhadap data yang telah diperoleh secara menyeluruh dan menuliskan hasil penelitiannya berdasarkan berbagai sudut pandang yang ia gunakan. Terakhir, seorang peneliti yang memilih penelitian kualitatif haruslah menyadari bahwa ia meneliti di lingkungan sosial/ masyarakat yang mana dapat kondisi lingkungan tersebut dapat berubah setiap waktu, yang bisa saja dapat mengakibatkan perubahan pada rencana, prosedur ataupun instrumen penelitian. So, lebih enak penelitian kuantitatif atau penelitian kualitatif? πŸ˜‰

Hiks… panjang sekali postingan ini 😦 Tinggal sedikit kok…hmmm

Okay, karena sudah paham pengertian penelitian kualitatif, ciri- ciri utama penelitian kualitatif, alasan melakukan penelitian kualitatif, dan hal- hal yang harus diperhatikan oleh peneliti dalam melaksanakan penelitian kualitatif, sekarang saatnya membahas tentang… mendesain suatu penelitian kualitatif. Langkah- langkah yang digunakan untuk mendesain penelitian kualitatif adalah: mengamati dan memahami permasalahan atau fenomena yang ada–> melakukan kajian terhadap teori yang sudah ada yang berkaitan dengan fenomena yang akan diteliti–> mengajukan pertanyaan terkait dengan fenomena yang akan diteliti–> menyusun instrumen dan mengumpulkan data–> menganalisis data–> menuliskan laporan hasil penelitian dan mempublikasikannya.Yey selesai deh…

Cukup sekian postingan saya kali ini. Semoga bermanfaat ya πŸ™‚

Note: postingan selanjutnya akan membahas mengenai penelitian naratif (narrative research/ study) yang merupakan salah satu dari lima pendekatan dalam penelitian kualitatif.

Referensi
Creswell, J. W. (2007). Qualitative Inquiry & Research Design: Choosing Among Approaches (2nd ed.). Thousand Oaks, California: Sage Publications, Inc.
Catatan Kuliah mata kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan Matematika dengan dosen pengampu Dr. Heri Retnawati.

Stay hungry and stay foolish πŸ™‚

Advertisements