Benarkah itu Ambisiku?

Saat kecil mungkin sudah menjadi suatu keumuman kalau aku mencita- citakan untuk menjadi seorang dokter. Meskipun sebenarnya saat itu aku belum terlalu paham siapa dan apa itu dokter. Entah “guna- guna” apa yang menyebabkan anak- anak kecil (seperti saya) mempikan hal terasebut. Faktor dari lingkungan, kah, karena hanya mengikuti teman, kah, atau karena orang tua yang selalu menyebutkan doanya agar anaknya kelak jadi dokter. Ya, mungkin saja salah satu dari yang telah aku sebutkan tadi merupakan “guna- guna” yang aku maksud.

Yang ingin aku tekankan pada tulisanku kali ini adalah mengenai sumber ambisi yang selama ini aku miliki. Apakah memang ambisiku berasal dari diriku sendiri dan merupakan kebutuhanku atau berasal dari luar yang bisa berupa bentuk/ wujud tanggungjawab seorang anak kepada orang tuanya atau bisa jadi berasal dari pengaruh orang sekitar/ teman/ lingkungan yang pada dasarnya faktor “gengsi” lah yang membentuk ambisiku. So, let me explain it clearly.

Sejujurnya, aku merasa kalau yang meenyebabkan munculnya ambisi dalam diriku adalah lebih cenderung karena faktor eksternal bukan faktor internal. Faktor eksternal yang aku maksud di sini adalah orang tua, teman, dan lingkungan sekitar.

Sebenarnya kalau boleh jujur (ya boleh 🙂 ), aku bukanlah orang yang terlalu berambisi untuk mengejar popularitas, kekayaan, penghargaan, atau sejenisnya. Aku hanya menginginkan kedamaian, ketenangan, mengikuti aliran air tapi tidak ikut terhanyut. Mungkin bagi kebanyakan orang, orang yang tidak mempunyai ambisi itu adalah orang yang tidak punya target dalam hidup, tidak punya semangat hidup, dan bisa dikatakan hidupnya pasti “datar- datar” saja. Ya, mungkin yang meraka pikirkan merupakan suatu kebenaran, tapi menurutku kebenarannya tidak bisa digeneralisasikan.

Entah sampai kapan aku harus berambisi karena faktor dari luar diriku. Apakah sampai aku menemukan diriku yang sesungguhnya? Apakah hingga aku menjadi dewasa? Entahlah. Intinya, aku masih berusaha untuk menjadikan ambisiku (kalau aku berambisi) berasal dari dalam diriku sendiri, murni benar- benar murni . Semoga 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s