Kipas Angin Mengundang Penyakit

Baiklah hari ini aku nggak tidur sehari semalam. Padahal, badan ini rasanya pengin diistirahatkan sejenak supaya kembali fresh. Tapi apa daya. Tenggerokan yang gatal dan sedikit panas dan hidung yang tersumbat (baca: flu dan pilek) membuat kesempatanku untuk tidur malam ini hilang. Ketika mau memejamkan mata dan mulai terbawa lelap, e malah tenggorokan ini gatal dan panas. Jadi terbangun lagi deh karena harus minum air hangat untuk mengurangi rasa gatal pada tenggorokan ini. Terlebih sumbatan pada hidung menghajar kedua lubang hidungku dan mengakibatkan aku nggak bisa napas lewat hidung (baca: napas lewat mulut). Tahu sendirikan rasanya seperti apa kalau udah seperti ini?. Hmmm

Daripada bingung mau ngapain, yasudah deh akhirnya memutuskan untuk kembali menyapa blogku ini. Belajar aja Ib. Ya kali belajar mulu. Lha wong ini masih libur semester kok. Tadi juga udah belajar (sedikit) kok tentang vektor. Hehehe.

Huzzz kembali ke cerita. Sebenarnya, penyebab tenggorokanku jadi kering dan hidungku tersumbat adalah kemarin hari Rabu aku tidur malam dengan menyalakan kipas angin dan mengarahkannya ke wajahku. Ya ampunnnn, masak wajah di kipas, udah kayak sate aja. Wkwkw… Nah, berhubung ngipas wajahnya tuh lumayan lama (5-6 jam), alhasil ketika bangun tidur gejala dua penyakit tersebut muncul. Yaampun… kapok deh aku. Nggak lagi- lagi deh ngipas wajah lama- lama.

Niatnya mau mengusir gerah di malam hari agar tidur menjadi nyeyak, e nggak tahunya malah mengundang penyakit datang. Waspada dengan kipas angin sejak dini (lho?).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s