Refleksi: Semester 4

Selamat malam. Salam dari Wonogiri Sukses. Alhamdulillah akhirnya bisa mudik ke kampung halaman tercinta di Kabupaten Wonogiri ( Sukses). Jeda sejenak dari aktivitas perkuliahan dan menghabiskan waktu liburan (perkuliahan dan lebaran) dengan berkumpul bersama dengan orang tua dan kakak tercinta. Semoga liburanku ini menjadi liburan yang menyenangkan dan bisa menge- charge baterai semangatku hingga penuh kembali sehingga siap sedia untuk menjalankan aktivitas setelah libur (yang nggak terlalu panjang ini :)).

Sebenarnya saya nulis cerita ini karena sampai saat ini masih belum bisa tidur. Tidak tahu mengapa saya akhir- akhir ini jadi susah tidur (mungin insomnia atau jangan- jangan ada seseorang yang memikirkan saya ya…Hahaha…nggak lucu). Akhirnya daripada bingung mau ngapain, nulis di blog ini deh, siapa tahu ada manfaatnya (ya ya bisa jadi :)).

Ok kembali ke topik utama. Di hari kedua di bulan Juli ini saya ingin merefleksikan beberapa hal atau kejadian yang telah terjadi di semester 4 perkuliahan ( Februari- Juni 2016) saya di prodi Pendidikan Matematika UNY ( Pokoknya 2 tahun lagi harus sudah lulus, Amien). Tujuan saya menuliskan refleksi ini selain untuk menghilangkan kebingungan karena tidak bisa tidur juga untukย  bahan acuan dan evaluasi agar kedepannya (semestser ke- 5,6,7, dan 8) bisa lebih baik daripada semester 4 (Amien). So, my reflection will be started from now. Hope you will enjoy it.

Di waktu semester 4, saya hanya bisa mengambil 3 mata kuliah (pemrograman linear, persamaan diferensial dan kurikulum dan pembelajaran matematika). Lho kok cuma 3 mata kuliah?. Penyebab saya hanya mengambil 3 mata kuliah tersebut adalah pada saat itu saya memperoleh kesempatan untuk mengikuti program pertukaran pelajar- transfer kredit di Prince of Songkla University, Thailand ( tunggu ya ceritanya. Hahaha…. ๐Ÿ™‚ ). Jadi ya harus saya syukuri bisa menginjakkan kaki di negeri Gajah Putih meskipun harus merelakan tidak bisa mengambil 6 mata kuliah di semeter 4 tersebut.

Kok bisa tetap mengambil mata kuliah di UNY padahal sedang kuliah di Thailand?. Nah, sebelum mengambil mata kuliah secara online di siakad (sistem informasi akademik) terlebih dahulu saya (dan teman) menghubungi dosen pengampu mata kuliah yang bersangkutan (melalui e- mail atau Whatsapp). Kami menanyakan apakah kami bisa dan diizinkan untuk mengikuti perkuliahan di UNY selama kami masih di Thaialand. Alhamdulillah ada 3 dosen (pengampu mata kuliah yang telah saya sebutkan diatas) yang mengizinkan. Jadi sistem perkuliahannya adalah beliau mengirimkan bahan/ materi perkuliahan dan tugas setiap seminggu sekali dan solusi tugas tersebut dikirimkan ke e- mail beliau. Untuk ujian per- bab, UTS dan UAS dilaksanakan ketika kami sudah di Indonesia. Inilah yang dihitung sebagai penggati perkuliahan “tatap muka” dikelas.

Setelah kembali ke UNY saya masih sempat mengikuti perkuliahan “tatap muka” sebayak 2 kali. Setelah itu, datanglah si minggu tenang (setelah minggu tenang datanglah si UAS). Minggu tenang ini diisi dengan kegiatan “makrab” PMC (Pendidikan Matematika kelas C- 2014) ke dataran tinggi dieng selama dua hari satu malam. Lumayan untuk menyegarkan pikiran untuk menatap UAS yang siap menyambut. Hahaha….. Setelah “makrab” waktunya belajar untuk UAS (mereview materi sih). UASnya sendiri diadakan selama dua minggu dan bertepatan dengan puasa di bulan Ramadhan.
Mantap banget. Setelah UAS selesai kebanyakan mahasiswa pada mudik deh.

Nah, masih ingatkan kalau saya masih ada tanggungan ujian per bab dan uts?. Yups, disaat sebagian besar mahasiswa sudah mudik saya masih harus ujian susulan. Tapi asik kok. Sebagai akibatnya saya biasa lebih cukup lama menikmati suasana berpuasa di kota pelajar, Yaogyakarta yang tetap istimewa. Tak terasa sudah dua kali saya merasakan suasana dan pengalaman berpuasa di Yogyakarta.

Setelah segala ujian selesai, tinggal tunggu nilai keluar dan akhirnya saya memutuskan untuk mudik pada tanggal 24 Juni 2016. Di rumah tetap setia memantau perkembangan nilai di siakad ( deg degan euy). Akhirnya nilaiku memuaskan ( berusaha untuk tidak score oriented lagi, tapi mementingkan ilmunya. Hehhee ๐Ÿ™‚ ).

Nah, secara garis besar, berikut ini adalah refleksi dan evaluasi di semester 4.
1. Syukuri apa yang telah didapat. Yakin bahwa apapun yang didapat sekarang adalah pemberian terbaik dari Allah untuk saya.
2. Usahakan apa yang masih bisa diusahakan.
3. Utamakan ilmu darilada nilai.
4. Lebih bersabar.

Sekian ya cerita dan refleksi perkuliahan saya di semester ke- 4 kali ini. Maaf kalau ceritanya nggak jelas atau malahan memang ceritanya nggak jelas. Hahaha….. Semoga beemanfaat. :). See you on the next story of my life. :).

Stay hungry, stay foolish. ๐Ÿ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s