Indonesia Kuat: Suatu Tinjauan dari Aspek Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pendidikan, Kesehatan, Pangan, Pertahanan dan Keamanan Mengenai Indonesia yang Kuat

Indonesia jika dilihat berdasarkan jumlah penduduk yang ada dan kekayaan sumber daya alamnya yang banyak dan melimpah maka Indonesia tergolong negara yang besar. Namun, meskipun Indonesia merupakan negara yang besar, Indonesia belum sepenuhnya termasuk sebagai negara kuat. Bila ditelusuri lebih lanjut maka ada beberapa aspek yang secara langsung dapat memengaruhi kuat atau tidaknya suatu negara.Aspek- aspek yang dimaksud adalah aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, kesehatan, pangan, pertahanan dan keamanan.

Pertama, Indonesia kuat ditinjau dari aspek politik. Indonesia akan menjadi negara kuat jika mempunyai pemerintahan yang baik. Pemerintahan yang baik dapat terjadi jika pemimpin yang terlibat dalam pemerintahan tersebut mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk memberikan pengaruh yang konstruktif kepada orang lain untuk melakukan suatu usaha kooperatif mencapai tujuan yang sudah direncanakan (Kartono, 2011:153). Oleh karena itu pemimpin yang dimliki Indonesia harus mampu melaksanakan tugas kepemimpinannya dengan baik.

Kedua, Indonesia kuat bila ditinjau dari aspek ekonomi. Keadaan perekonmian di Indonesia saat ini masih kurang stabil. Nilai tukar rupiah terhadap dolar naik, harga bahan pokok naik dan lapangan pekerjaan yang kurang menyebabkan problematika yang berkepanjangan bagi rakyat Indonesia. Kondisi ekonomi nasional Indonesia saat ini juga mendapatkan tantangan lebih besar dari globalisasi ekonomi. Dampak globalisasi ekonomi terhadap ekonomi nasional berupa semakin kuatnya kompetisi, multinasionalisasi produksi, dan integrasi keuangan global.

Untuk menjadi negara yang kuat maka Indonesia haruslah mampu menghadapi berbagai tantangan yang timbulkan oleh globalisasi ekonomi dan dapat menjadikan globalisasi ekonomi menjadi suatu peluang. Dengan semakin kuatnya kompetisi dan multinasionalisasi maka diperlukan kerjasama yang kuat antara pemerintah dan masyarakat untuk menjadi lebih giat, kreatif, dan inovatif dalam membuka lapangan pekerjaan dan menciptakan suatu produk baru yang tidak kalah kualitas dan harganya dengan produk luar negeri. Dalam membuka lapangan kerja juga perlu memperhatikan hal- hal seperti banyaknya pekerja (karyawan), sumber modal, pemberdayaan masyarakat, dan kesejahteraan pekerja (karyawan).

Merupakan suatu usaha yang sia- sia jika membuka lapangan pekerjaan jika pekerjaan hanya terbuka untuk orang luar negeri (pekerja asing) dan gaji atau upah yang tidak layak. Gaji atau upah yang tidak layak ini sering terjadi pada kegiatan usaha seperti pabrik. Para pekerja pabrik harus bekerja dari pagi sampai sore untuk menghasilkan suatu produk namun gaji yang tidak layak, bahkan untuk makan dan memenuhi kebutuhan sehari- haripun masih jauh dari cukup. Namun, ironisnya produk yang dibuat oleh pekerja pabrik ini dijual dipasaran dengan harga yang tinggi, misal biaya produksi untuk suatu produk hanya Rp 3.000,- namun dijual dengan harga Rp 50.000,- dan pekerja hanya dibayar Rp 3.500,-. Kemudian mengenai sumber modal usaha yang sekarang ini sebagian besar berasal dari investor asing.

Selain hal diatas, salah satu hal yang menjadikan Indonesia negara kuat dalam aspek ekonomi adalah jika Indonesia mampu menghadapi berbagai krisis ekonomi dunia. Jika Indonesia mampu menghadapi krisis ekonomi dunia maka kondisi ekonomi akan lebih stabil, kebutuhan pokok terjangkau, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan penurunan jumlah kemiskinan.

Ketiga, Indonesia kuat bila ditinjau dari aspek sosial. Menurut Agung Laksono dalam buku yang berjudul Menuju Indonesia Emas: Gerakan Bersama Mewujudkan Masyarakat Adil, Makmur dan Sejahtera, menyebutkan bahwa pemberdayaan perempuan dan pemberdayaan masyarakat miskin merupakan salah satu hal yang menjadi pilar penting dalam membangun Indonesia yang kuat dan sejahtera (Laksono, 2013:6). Pemberdayaan perempuan ini lebih condong pada peran perempuan dalam pembangunan suatu negara, kesetaraan gender, dan keadilan gender. Kesetraaan gender (gender equity) adalah kesamaan kondisi bagi laki- laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak- haknya sebagai manusia dalam berperan dan berpartisipasi di segala bidang dan bukan sekadar dimaknai dari segi perbedaan fisik antara laki- laki dan perempuan (Laksono, 2013:95-96). Sedangkan keadilan gender (gender equality) merupakan proses perlakuan adil laki- laki dan perempuan, sehingga dalam menjalankan kehidupan bernegara dan bermasyarakat, tidak ada pembakuan peran, baban ganda, subordinasi, marginalisasi dan kekerasan terhadap perempuan maupun laki- laki (Laksono, 2013:96).

Dengan memperhatikan arti dari kesetaraan dan keadilan gender, tampak bahwa perempuan juga mempunyai andil yang besar terhadap pembangunan, kemajuan, kuat atau tidaknya suatu negara. Dewasa ini, semakin berkembangnya emansipasi sebagai dampak nyata dari konstribusi dunia pendidikan, yaitu setiap pekerjaan yang dahulu lebih banyak ditangani atau dilakukan oleh kaum laki- laki, kini bisa dikerjakan oleh kaum perempuan. Misalnya tukang ojek, dahulu tukang ojek semuanya adalah laki- laki, namun seiring perkembangan zaman perempuanpun bisa menjadi tukang ojek dan menjadikannya sebagai profesi. Contoh lagi adalah Sri Mulyani Indrawati yang dahulu pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono menjabat sebagai Menteri Keuangan sekarang menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia, dan menjadi perempuan pertama yang menempati posis tersebut.

Sudah menjadi suatu hal yang umum jika sekarang ini perempuan yang bertindak juga sebagai pencari penghasilan untuk penopang kehidupan keluarganya akibat tuntutan hidup yang semakin meningkat. Oleh karena itu upaya penanggulangan kemiskinan seharusnya dimulai dari upaya pemberdayaan kaum perempuan dan untuk menjadi negara yang kuat Indonesia haruslah ada kesamaan dan keadilaan gender serta pemberdayaan perempuan.

Keempat, Indonesia kuat bila ditinjau dari aspek pendidikan dan kebudayaan. Bahwa pendidikan merupakan syarat mutlak untuk menjadikan suatu negara menjadi negara kuat. Di  negara maju, tingkat pendidikan dan pengetahuan yang lebih tinggi dapat memberikan kesejahteraan pembangunan ekonomi yang lebih baik.  Pendidikan dan program pendidikan dasar, wajib belajar 9 tahun di Indonesia harus lebih ditingkatkan dan pelaksanaannya harus dijalankan sesuai pasal 31 ayat (2) UUD 1945, “Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya”. Apabila program ini dilaksanakan maka negara Indonesia akan mempunyai sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan mampu besaing dengan negara- negara lain.

Untuk mendapatkan SDM yang unggul tidak hanya diperoleh dengan pendidikan formal (sekolah) namun juga perlu adanya pendidikan karakter yang bisa membangun karakter bangsa. Pendidikan karekter adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana serta proses pemberdayaan potensi dan pembudayaan peserta didik guna membangun karakter pribadi dan/ atau kelompok yang unik sebagai warga negara (Laksono, 2013:168). Dewasa ini pendidikan karakter sangat diperlukan di Indonesia sebagai implikasi dari adanya globalisasi yang dikhwatirkan dapat mengikis kepribadian bangsa Indonesia yang selanjutnya dikhawatirkan dapat memperlemah Indonesia.

Kelima, Indonesia kuat bila ditinjau dari aspek kesehatan dan pangan. Indonesia menjadi negara kuat jika kesehatan masyarakat terjamin dan ketersediaaan pangan yang mencukupi. Apabila kesehatan masyarakat terganggu maka akan timbul permasalahan, mulai dari ketersediaan atau tidaknya biaya berobat dan kegiatan perekonomian menjadi lesu. Dari segi pangan, apabila ketersediaan pangan yang bergizi tidak mencukupi atau bahkan tidak ada maka akan mengganggu tumbuh kembang dan berpikirnya suatu idividu atau masyarakat. Jika hal ini terjadi maka akan memperlemah Indonesia. Oleh karena itu mutlak perlu adanya jaminan kesehatan bagi warga Indonesia dan kecukupan pangan yang bergizi.

Keenam, Indonesia kuat bila ditinjau dari aspek pertahanan dan keamanan. Indonesia menjadi kuat salah satunya jika mempunyai pertahanan dan keamanan yang kuat pula. Apabila Indonesia mempunyai ketahanan yang kuat maka Indonesia dapat mengatasi segala ancaman dari luar yang ingin menghancurkan Indonesia. Keamanan juga mutlak diperlukan untuk menciptakan suasana yang stabil dan kondusif di Indonesia.

Kesimpulan dari penjelasan ini adalah bahwa Indonesia itu kuat jika pemimpinnya mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik, memiliki perekonomian yang tanggunh, adanya kesamaan dan keadilan gender, tersedianya pendidikan, kesehatan yang layak untuk warga/ masyarakatnya, dan mempunyai ketahanan dan keamanan yang tanngguh.

Daftar Pustaka

Laksono, Agung.2013.Menuju Indonesia Emas: Gerakan Bersama Mewujudkan Masyarakat Adil, Makmur dan Sejahtera. Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.

Kartono, Kartini.2011.Pemimpin dan Kepemimpinan: Apakah Kepemimpinan Abnormal Itu?. Jakarta: Rajawali Pers.

Winarno, Budi.2008. Globalisasi: Peluang atau Ancaman bagi Indonesia.Jakarta: Erlangga.

Semoga bermanfaat. Stay hungry, stay foolish. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s