Mathematics Anxiety (Rasa Cemas terhadap Matematika)

Pernahkah (atau seringkah) kamu mengalami Mathematics Anxiety? Saya sendiri pernah mengalami hal tersebut. Sebelumnya, apakah yang dimaksud denganMathematics Anxiety?. Mathematics Anxiety terdiri dari kata Mathematics(Matematika) dan Anxiety (seperti yang tertulis dalam Oxford Learner’s Pocket Dictionary, Anxiety berarti concern and fear, especially about what might happen, atau perasaan khawatir dan takut, khususnya mengenai apa yang terjadi).
Continue reading

Advertisements

Trik Menebak Hari Lahir dengan Menggunakan Metode Aljabar

Semangat pagi. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas informasi yang menarik (menurut saya dan mungkin menurut Anda juga), yaitu menebak hari lahir dengan menggunakan metode Aljabar. Mungkin ada yang bertanya- tanya, “Mengapa harus bersusah payah menemukan hari lahir dengan menggunakan metode Aljabar?”,”Bukankah sekarang teknologi sudah canggih, kita bisa mengetahui hari lahir kita secara cepat dan tanpa berpusing- pusing?”,”Bukankah kita bisa melihat kalender jika mau mengetahui hari lahir kita?, dan pertanyaan yang paling polos “Bukankah kita bisa bertanya kepada Ibu/mamak/emak kita tentang pada hari apa kita lahir?”. Hahaha…(kalian lucu ya kalian).

hari lahir

Hari (sumber: http://www.google.com)

Memang kita bisa mengetahui hari lahir kita (atau seseorang) dengan melihat kalender (di hp atau komputer) atau bertanya kepada Ibu/ mamak/ emak kita, namun itu tidaklah asik dan seru teman- teman. Nah, kita bisa mengetahui hari lahir kita (atau seseorang) dengan menggunakan metode Aljabar. Dengan menggunakan metode ini kita bisa menjadi “penebak” yang handal. Baiklah, berikut ini adalah trik menebak hari lahir dengan menggunakan metode Aljabar.

  1. Misalkan saya ingin mengetahui hari lahir saya, terlebih dahulu saya berikan tanggal lahir saya, yaitu 10 Desember 1996. Kemudian misalkan y sama dengan tahun lahir, yaitu y=1996 (1996 merupakan tahun kabisat).
  2. Menentukan nilai d, dimana d sama dengan jumlahan dari jumlah hari dari bulan Januari sampai bulan tanggal lahirmu. Karena saya lahir pada tanggal 10 Desember, maka saya memperoleh d=31+29+31+30+31+30+31+31+30+31+30+10=335.
    Bulan Januari : Jumlah hari adalah 31 hari
    Bulan Februari : Jumlah hari adalah 28 / 29 hari
    Bulan Maret : Jumlah hari adalah 31 hari
    Bulan April : Jumlah hari adalah 30 hari
    Bulan Mei : Jumlah hari adalah 31 hari
    Bulan Juni : Jumlah hari adalah 30 hari
    Bulan Juli : Jumlah hari adalah 31 hari
    Bulan Agustus : Jumlah hari adalah 31 hari
    Bulan September : Jumlah hari adalah 30 hari
    Bulan Oktober : Jumlah hari adalah 31 hari
    Bulan November : Jumlah hari adalah 30 hari
    Bulan Desember : Jumlah hari adalah 31 hari
  3. Menentukan nilai f (berupa bilangan bulat), dengan f=(y-1)/4. Berdasarkan tahun lahir saya, diperoleh f=(1996-1)/4=4.498+3 (498 sisa 3).
  4. Menentukan nilai b, dengan b=(y+d+f)/7. Berdasarkan hasil diatas saya memperoleh b=(1996+345+498)/7=2839/7=7.405+4 (405 sisa 4).
  5. Berdasarkan nilai b, jika sisa 0 berarti hari lahirnya adalah hari Jumat, jika sisa 1 berarti hari lahirnya adalah hari Sabtu, jika sisa 2 berarti hari lahirnya adalah hari Minggu, jika sisa 3 berarti hari lahirnya adalah hari Senin, jika sisa 4 berarti hari lahirnya adalah hari Selasa, jika sisa 5 berarti hari lahirnya adalah hari Rabu, dan jika sisa 6 berarti hari lahirnya adalah hari Kamis. Berdasarkan nilai b pada langkah ke-4, diperoleh bahwa saya lahir pada hari Selasa. Ya, benar saya lahir pada hari Selasa. Wow amazing!.

Dengan menggunakan metode aljabar untuk mengetahui hari lahir seseorang, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan aljabar kita.

Semoga bermanfaat. Stay hungry, stay foolish :).

Referensi
Vorderman,C.1996.How Math Works:100 Ways Parents and Kids Can Share The Wonders of Mathematics.New York: The Reader’s Digest Association,Inc.

 

Bermain “Sulap” dengan Non-Palindrome

Semangat pagi. Pada kesempatan ini saya akan membagi info yang menarik ( menurut saya dan mungkin juga menurut Anda) tentang bermain sulap dengan non-palindrome. Tapi sebelumnya, mungkin ada yang bertanya- tanya, “Apa sih palindrome itu?”. Maka dari itu, sebelum membahas lebih jauh tentang bermain sulap dengan palindrome, saya akan menjelaskan pengertian palindrome.

Jika suatu bilangan atau kata ketika dibaca dari kiri ke kanan (forward) dan dari kanan ke kiri (backward) akan diperoleh bilangan atau kata yang sama, maka bilangan atau kata tersebut dikenal sebagai palindrome. Kata “madam” dan “apa” adalah contoh dari palindrome. Bilangan 505, 434, 123454321, dan 154451 adalah contoh dari palindrom juga.

Palindrome

Palindrome ( sumber: http://www.google.com)

Sekarang sudah paham kan tentang pengertian palindrome? (Sudah, hehehe, Alhamdulillah). Kalu sudah paham tentang pengertian palindrome, berarti untuk pengertian non- palindrome paham juga (non: bukan atau tidak).

Baiklah, mari kita mulai membahas mengenai cara bermain sulap dengan non-palindrom (O Iya, permainan ini dilakukan oleh dua orang). Berikut ini adalah langkah- langkah permainannya.

  1. Sediakan 2 lembar kertas dan pensil/ ball pen.
  2. Tuliskan bilangan 1089 pada lembar kertas yang pertama. Ingat bahwa temanmu tidak boleh melihat ( tidak boleh tahu) bilangan yang kamu tulis lho ya.
  3. Lipat lembar kertas yang telah kamu tulisi bilangan 1089 dan simpan.
  4. Minta teman kamu untuk menuliskan sebuah bilangan yang terdiri dari 3 digit/ angka dan nonpalindrom. Minta temanmu untuk membalik bilangan tersebut ( misal bilangan yang ditulis temanmu adalah 476, setelah dibalik akan menjadi 674). Minta temanmu untuk melakukan pengurangan , bilangan yang lebih besar dikurangi oleh bilangan yang lebih kecil (misal: 674- 476).
  5. Minta temanmu untuk membalik bilangan hasil pengurangan (pada langkah ke- 4) dan menjumlahkan/ menambahkan dengan bilangan hasil pengurangan tersebut ( misal: 674-476=198, setelah bilangan 198 dibalik akan menjadi bilangan 891, kemudian dengan menjumlahkan kedua bilangan tersebut akan diperoleh bilangan 1089). Tanyakan kepada temanmu apa yang dia peroleh. Temanmu pasti akan menjawab, ” Saya mendapatkan bilangan 1089″.
  6. Nah, selanjutnya, buka lipatan kertas yang kamu simpan tadi dan tunjukkan kepada temanmu. Hasilnya sama dengan bilangan yang telah kamu tulis bukan?. Hahahaha.

Betapa temanmu akan merasa terkagum- kagum dengan kecerdasanmu ( Hahahah…..ketawa jahat).Selamat mencoba ya.

Catatan:

  • Bilangan yang terdiri dari tiga digit yang saya sebutkan diatas adalah sebarang dan dengan cara/ langkah yang sama akan selalu didapat bilangan 1089.
  • Misal temanmu memilih bilangan 100, maka ketika dibalik akan menjadi 001. Kemudian diperoleh 100-001=099. Setelah itu diperoleh 990+099=1089.

Dengan permainan ini, kemampuan berhitung kita akan terasah.

Semoga bermanfaat. Stay hungry, stay foolish :).

Referensi:
Vonderman,C. 1996. How Math Works: 100 Ways Parents and Kids Can Share The Wonders of Mathematics.New York: The Reader’s Digest Association,Inc.

 

Statistika Nonparametrik: Koefisien Korelasi Peringkat

Dalam statistika parametrik notasi r menyatakan koefisien korelasi antara dua variable kontinu X dan Y. Begitu juga dalam stastistika nonparametrik, bila nilai- nilai pengamatan x dan y diganti dengan peringkatnya kemudian peringkat- peringkat tersebut disubstitusikan kedalam rumus bagi r, tentu akan diperoleh koefisien korelasi nonparametriknya. Selanjutnya koefisien korelasi nonparametrik itu disebut sebagai koefisien korelasi peringkat Spearman (rs). Rumus koefisien korelasi peringkat Spearman dikembangkan oleh Charles Spearman dan populer dengan sebutan koefisien korelasi tata jenjang (Rank- order Correlation Coefficient) .

Fungsi koefisien korelasi peringkat Spearman adalah sebagai berikut.
Ø Mengetahui ada tidaknya hubungan/ korelasi antara 2 variabel.
Ø Mengetahui koefisien korelasi.
Ø Mengetahui arah korelasi.
Ø Besarnya pengaruh variable independent terhadap variable dependent.

Untuk lebih jelasnya, silahkan klik link berikut: Statistika Nonparametrik

Semoga bermanfaat. Stay hungry, stay foolish. 🙂

Indonesia Kuat: Suatu Tinjauan dari Aspek Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pendidikan, Kesehatan, Pangan, Pertahanan dan Keamanan Mengenai Indonesia yang Kuat

Indonesia jika dilihat berdasarkan jumlah penduduk yang ada dan kekayaan sumber daya alamnya yang banyak dan melimpah maka Indonesia tergolong negara yang besar. Namun, meskipun Indonesia merupakan negara yang besar, Indonesia belum sepenuhnya termasuk sebagai negara kuat. Bila ditelusuri lebih lanjut maka ada beberapa aspek yang secara langsung dapat memengaruhi kuat atau tidaknya suatu negara.Aspek- aspek yang dimaksud adalah aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, kesehatan, pangan, pertahanan dan keamanan.
Continue reading

Ekonomi Pancasila (Ekonomi Kerakyatan)

Indonesia, negeri dengan sumber daya alam yang melimpah ruah namun penghuninya tak sepenuhnya merasakan manfaatnya akibat para “Penguasa” yang rakus. Eksploitasi  terhadap sumber daya alam banyak dilakukan oleh para pihak tak bertanggung jawab dengan dalih atas nama rakyat, atas nama kemakmuran rakyat. Indonesia yang pada dasarnya merupakan negara agraris dan maritim yang mengakibatkan sebagian penduduknya bermatapencaharian sebagai petani dan nelayan pun kini telah tergilas oleh industri- industri besar yang telah menjamur dimana- mana. Indusri yang seharusnya dapat mensejahterakan rakyat namun hanya mensejahterakan penguasa.Banyak penduduk desa yang pindah ke kota dengan alasan di kota banyak industri sehingga mereka bisa bekerja disana dan mendapatkan penghasilan yang banyak dibandingkan jika mereka bekerja didesa, namun setelah di kota tak sedikit yang menjadi pekerja kasar atau malahan pengangguran. Berbeda dengan para penguasa yang hanya duduk diam di kursi nyamanya  dan dengan sendirinya uang datang kepadanya. Perekonomian Indonesia yang telah sekian lama bergantung pada sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan kini menjadi perekonomian yang liberal kapitalis.
Continue reading

Aurora

Larry Combs and Rodney said, “ The beautiful and often eerie curtains of light- time sky know as aurora have been enjoyed by people for millennia.” (Combs, Larry and Rodney Viereck 4). There are two kinds of aurora, aurora borealis and aurora australis. The distinguishing factor between aurora borealis and aurora australis is the place where the aurora happened. The aurora borealis is commonly happen at northern latitudes and the aurora australis commonly happen at southern latitudes. We may difficult to see aurora at the place near equator, such as at Indonesia.
Continue reading