Bahwa banyak yang lebih hebat

Semangat pagi.

Pernahkah kamu merasa bahwa kamu adalah orang yang hebat, lebih hebat, atau bahkan terhebat jika dibandingkan orang lain?. Lagi- lagi, ketika aku ditanya dengan pertanyaan sedemikian rupa, maka jawaban yang keluar dari mulutku adalah “ya”. Ya, aku pernah merasa bahwa diriku adalah orang hebat atau lebih hebat dibanding orang lain. Tapi, aku tidak merasa bahwa aku adalah orang terhebat. Mengapa bukan terhebat?. Jawabanya adalah karena aku sadar diri (hehe…).

Bahwa aku merasa bahwa diriku ini orang hebat atau lebih hebat daripada orang lain ketika berhasil menjadi “juara” dalam suatu perlombaan, berhasil mengerjakan sesuatu, sukses mengatasi masalah, bisa mengerjakan hal- hal yang sulit, dll. Sebenarnya sih ketika hal- hal yang telah aku sebutkan tadi tercapai, rasa pertama kali yang muncul adalah rasa kepuasan dalam diri. Namun entah mengapa kadang rasa puas yang berlebihan pada diriku kadang membuat diriku merasa bahwa aku ini orang hebat atau mungkin lebih hebat dibandingkan dengan orang lain ( jangan suka takabur ya. Hehe…).

Nah, ketika aku merasa bahwa aku hebat atau lebih hebat daripada orang lain, ada saja cara Allah menunjukkan kepadaku bahwa diluar sana masih banyak orang yang lebih hebat dan jauh lebih hebat dibanding diriku. Entah dengan cara aku tidak menjadi “juara” dalam perlombaan, gagal mengerjakan sesuatu, gagal mengatasi masalah, gagal mengerjakan hal- hal yang sulit, dan jenis- jenis kegagalan yang lain. Dengan adanya kegagalan itulah aku merasa seperti “tertampar” dan tersadar bahwa aku bukanlah orang terhebat dan masih banyak (sangat banyak) orang diluaran sana yang jauh lebih hebat dibandingkan aku.

Menurutku, jika seseorang merasa bahwa dirinya adalah orang hebat atau lebih hebat dibanding orang lain adalah hal yang sah- sah saja karena hal itu sebagai wujud menghargai dan memotivasi diri sendiri . Tapi, perasaan tersebut akan berubah menjadi hal yang kurang (tidak) baik ketika kita mulai merendahkan orang lain, tidak menghargai usaha orang lain dan sombong. Bukankah ini bahawa saudara- saudara?

Jika kita merasa bahwa banyak orang yang jauh lebih hebat dibanding kita, bukan berarti kita adalah orang yang “kurang pintar”. Tetapi, dengan merasakan hal sedemikian, diharapkan akan mampu menjadikan kita lebih termotivasi untuk selalu meng-upgrade diri kita, senantiasa melakukan sesuatunya dengan usaha terbaik dan tentunya bermanfaat untuk orang lain. Jadi, tetaplah bersemangat dalam mengerjakan sesuatu, dasari dengan niat dan keikhlasan, senantiasa melakukan sesuatu dengan usaha terbaik, dan berusahalah untuk menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain.

Don not think how to be the best, but think how to do the best. Teruslah bermimpi dan wujudkan mimpimu.

Sekian dan semoga bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s