Masih banyak yang kurang beruntung

Pernahkah kamu merasa bahwa kamu orang yang (dalam kondisi) kurang beruntung?. Kalau aku, ketika ditanya dengan pertanyaan seperti itu, maka aku akan menjawab “ya”, aku pernah merasa bahwa saya adalah orang yang ( dalam kondisi) kurang beruntung. Lalu, kapan aku merasakan hal seperti itu?. Ketika saya banyak tugas kuliah, ketika libur tapi tidak bisa jalan- jalan, ketika ada masalah (bahasa kerennya kalau lagi “galau”), ketika galau, ketika kita tidak dihargai (disepelekan) oleh orang lain, dan ketika yang lain- lainnya (ambigu tidak kalimat ini?. Hehe…). Nah, saat itulah aku merasa bahwa aku adalah orang yang (dalam kondisi) kurang beruntung dibandingkan dengan orang lain.

Lalu, apa yang terjadi pada diriku kalau lagi merasa (dalam kondisi) kurang beruntung?. Jawabannya adalah malu bertemu dengan orang lain ( ini nih yang sering terjadi kalau aku gagal dalam mengerjakan atau meraih sesuatu), menyalahkan keadaan, diam seribu bahasa ( seperti lirik lagu ya?), dan pokoknya muncul pikiran- pikiran negatif (ini bahaya banget lho).

Kemudian apa yang aku lakukan untuk menangkal pikiran- pikiran negatif tersebut?. Kalau penangkal paling ampuh itu adalah tidur (hehe…). Dengan tidur maka pikiran- pikiran negatifku tersebut akan susah berkembang dan nanti bangun- bangun pikiran jadi segar kembali seperti ada manis- manisnya gitu (malah iklan). Atau kalau nggak tidur ya jalan- jalan disekitar lingkungan rumah atau kos atau kemana saja yang penting aku bahagia.

Nah, ketika jalan- jalan menikmati suasana lingkungan, melihat aktivitas orang, melihat anak- anak bermain, dan lain- lain, aku tersadar. Tersadar apa?. Tersadar bahwa sesungguhnya masih banyak orang diluar sana yang kurang beruntung dibanding saya atau bahkan jauh kurang beruntung. Kurang beruntung dalam hal ekonomi, pendidikan, sandang, pangan, papan, dan lain sebagainya. Dari sinilah aku mengevaluasi diriku dan mencoba untuk menanamkan pola pikir bahwa aku harus selalu bersyukur, bahwa apa yang sekarang aku dapatkan dan akan aku dapatkan itulah yang terbaik untukku.

Sesungguhnya diluar sana masih banyak orang yang kurang beruntung daripada kita, masih banyak orang yang mempunyai masalah yang lebih berat dibanding masalah yang kita hadapi sekarang. Bahwa kita harus selalu bersyukur dengan apa yang telah, sedang, dan akan kita dapatkan karena itulah pemberian Allah yang terbaik untuk kita.

Janganlah mengeluh ketika kamu punya masalah yang besar dan susuah diselesaikan. Bangkitlah ketika kamu gagal. Teruslah bermimpi dan wujudkan mimpimu. Selalu kerjakan sesuatu dengan sepenuh hati dan lakukan yang terbaik demi kebermanfaatan untuk orang lain.

Semangat. Jangan mengeluh dan selalulah bersyukur karena masih banyak yang kurang beruntung.

Sekian.

Advertisements

One thought on “Masih banyak yang kurang beruntung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s