Menghadapi Kebuntuan

Apa yang kalian lakukan ketika menghadapi suatu kebuntuan; kebuntuan dalam hal ide untuk mengerjakan sutau hal atau memecahkan suatu masalah? Kalau pertanyaan itu diberikan kepada saya, maka saya akan menjawab bahwa yang saya lakukan ketika menghadapi kebuntuan tersebut adalah mengambil jeda, entah dalam waktu yang singkat atau bahkan dalam waktu yang lama. Intinya, saya memilih untuk berhenti dengan harapan dengan berhenti saya akan memperoleh ide yang saya harapkan. Siapa tahu dengan mengerjakan hal lain, ide tersebut muncul secara tiba-tiba. Siapa tahu ketika saya sedang rebahan sambil mainan HP ide yang saya rindukan segera datang sehingga masalah yang saya hadapi bisa segera terselesaikan dan bisa melanjutkan pekerjaan ke proses selanjutnya. Tapi, nyatanya dengan saya mengambil jeda, ide yang saya impi-impikan tidak kunjung datang dan malahan saya seperti “lari” dari masalah yang seharusnya segera saya selesaikan agar tidak berlarut-larut.

Refleksi diri ini dilatarbelakangi oleh suatu cuitan di Twitter sebagai berikut.

Ketika mengalami kebuntuan, teruslah “bergerak”

Ketika rebahan sambil melihat berbagai cuitan orang-orang di Twitter, saya menembukan cuitan yang “menggampar” pipi saya (lebay). Bagaimana tidak, yang selama ini saya memilih untuk berhenti ketika dipertemukan kebingungan, nyatanya bukanlah tindakan yang baik untuk dipilih. Cuitan tersebut menyadarkan diri ini yang sering kali tidak sadar diri bahwa ketika saya menghadapi kebuntuan alias stagnasi ya mau tidak mau saya harus tetap jalan alias tetap melakukan sesuatu, tidak hanya duduk-duduk alias sejenak lari dari pencarian ide untuk memecahkan kebingungan tersebut dengan harapan bisa memperoleh ide tersebut.

Sekian.

Memfasilitasi Pemahaman Konseptual melalui Peer Tutoring: Suatu Kajian Singkat

Dalam pembelajaran matematika, ada beberapa tujuan yang diharapkan dicapai oleh siswa melalui pembelajaran matematika tersebut. Tujuan pembelajaran matematika sebagaimana tercantum dalam National Research Council (2001, p.5) adalah untuk memfasilitasi kompetensi siswa yang meliputi pemahaman konseptual; kelancaran/kemahiran prosedural; kompetensi strategi dalam hal formulasi, representasi, dan pemecahan masalah; penalaran adaptif; dan disposisi produktif. Idealnya, tentu pembelajaran matematika diharapkan dapat memfasilitasi siswa untuk mengembangkan kemampuan, sikap, atau keterampilannya di kelima hal tersebut. Continue reading

Daftar Seminar Nasional & Internasional Matematika dan Pendidikan Matematika 2021

workshop (1)

Seminar Matematika dan Pendidikan Matematika [Credit: https://icme.stanford.edu/news-events/annual-events-icme]

Berikut ini adalah daftar kegiatan seminar/konferensi nasional atau internasional pada bidang matematika atau pendidikan matematika di tahun 2021 yang diselenggarakan di Indonesia. Semua seminar yang ada pada daftar berikut memberikan kesempatan kepada Anda untuk men-submit paper untuk dipresentasikan pada seminar paralel dan mempublikasikan paper tersebut dalam bentuk prosiding (terindeks Scopus atau tidak terindeks Scopus) ataupun jurnal. Semoga bermanfaat.

  1. Seminar Nasional Aplikasi Sains dan Teknologi (SNAST) 2021 [Online via Zoom]; Institut Sains dan Teknologi AKPRIND Yogyakarta: 20 Maret 2021
  2. Seminar Nasional Matematika dan Data SAINS 2021 [Online via Zoom]; Departemen Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi Terapan, Universitas Ahmad Dahlan: 26-28 Maret 2021
  3. Seminar Nasional Pendidikan Matematika dan Matematika, Lomba dan Seminar Nasional Pendidikan Matematika (LSM) XXIX [Online via Zoom]; HIMATIKA (Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika) FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta: 24 April 2021
  4. International Conference on Mathematics and Science Education (ICMScE); School of Postgraduate Studies, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung: 12 Juni 2021
  5. Konferensi Nasional Matematika (KNM) XX; IndoMS (Indonesian Mathematical Society) dan Jurusan Matematika dan Jurusan Pendidikan MIPA Universitas Pattimura: 6-8 Juli 2021
  6. The 3rd International Conference on Science, Mathematics, Environment and Education (ICoSMEE); Universitas Sebelas Maret (UNS): 27-28 Juli 2021
  7. The 5th International Conference of Mathematics and Science Education (ICoMSE); Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang berkolaborasi dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas Teknologi Malaysia: 3-4 Agustus 2021
  8. The 8th International Conference on Research, Implementation and Education of Mathematics and Science (8th ICRIEMS); Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta: 27-28 Agustus 2021
  9. The 4th IConSSE (International Conference on Science and Science Education); Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW): 7-8 September 2021
  10. The 7th International Conference on Mathematics: Pure, Applied and Computation (ICoMPAC); Departemen Matematika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): 2 Oktober 2021
  11. The 3rd International Conference on Mathematics and Sciences 2020; Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University (UNMUL), Samarinda, East Kalimantan, Indonesia: 12-13 Oktober 2021
  12. The Joint Seminar: the 5th International Seminar on Innovation in Mathematics and Mathematics Education (ISIMMED) and the 7th International Seminar on Science Education (ISSE); Faculty of Mathematics and Natural Science, Universitas Negeri Yogyakarta: 19-20 November 2021

Ketika 2 Days & 1 Night Mengandung Bawang

Beberapa minggu ini saya sedang suka menyaksikan cuplikan variety shows 2 Days & 1 Night (2D1N) season 4 di Yutub. Tingkah laku kocak dan “kebodohan” para anggota 2D1N membuat ketagihan untuk menontonnya sebagai pereda kepenatan dan “spaneng”, terlebih ketika setelah seharian berjibaku dengan rutinitas. Menonton cuplikan 2D1N ini nampaknya akan menjadi pilihan saya sebagai hiburan, dibanding menonton drama yang perlu waktu lebih dari satu jam untuk setiap episodenya. Kalau misal biasanya satu drama itu ada 16 episode, berarti setidaknya saya perlu waktu 16 jam untuk “menamatkan” drama tersebut. Kalau dulu mungkin bisa meluangkan waktu segitu banyak hanya untuk menonton drama, tapi sekarang sudah tidak bisa lagi. Jadi, alternatifnya ya cukup menonton cuplikan variety shows 2D1N yang hanya berdurasi di bawah 10 menit untuk setiap cuplikannya. Itu pun sudah sangat cukup menghibur bagi saya. Continue reading

Alasan: Tidak Perlu Kebanyakan dan Dicari-cari

Image by Gerd Altmann from Pixabay

“Duh sudah dua bulan ini aku tidak membuat postingan di blog ini karena banyak hal lain yang harus aku kerjakan: memikirkan masa depan yang tidak pasti lah, menghitung banyaknya bulir beras per kilogram beras lah, mencuci baju warga satu kecamatan lah. Pokoknya sibuk banget aku”

Sesibuk apakah saya kita sampai-sampai keluar kata-kata “tidak sempat” untuk mengerjakan suatu yang terkadang sebenarnya tidak memerlukan banyak waktu? Atau jangan-jangan bukan karena terlalu sibuk (sibuk belum tentu produktif), sehingga kata-kata “tidak sempat” pun bisa muncul, tetapi lebih karena manajemen waktu yang acak-acakan yang berujung pada keluar kata “sibuk” tersebut. Bisa jadi. Bisa jadi juga karena hobi cari-cari alasan dan kebanyakan alasan yang sering kumat.

Continue reading